Senin 01 Mar 2021 14:16 WIB

PM Modi Terima Suntikan Vaksin Covid-19

India memulai perluasan kampanye vaksinasi Covid-19

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
 Perdana Menteri India Narendra Modi, tengah
Foto: AP/STR
Perdana Menteri India Narendra Modi, tengah

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Perdana Menteri India Narendra Modi mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 buatan dalam negeri pada Senin (1/3). Ini menandai dimulainya perluasan kampanye vaksinasi kepada seluruh masyarakat India.

Sebelumnya, India memulai vaksinasi pada pertengahan Januari dengan memprioritaskan tenaga medis. Semua warga India yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang berusia 45 tahun atau lebih dan menderita kondisi medis tertentu, sekarang memenuhi syarat bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Baca Juga

India sejauh ini telah memvaksinasi lebih dari 12 juta pekerja kesehatan dan pekerja di lini depan. Modi mengunggah foto dirinya ketika mendapatkan suntikan vaksi di rumah sakit pemerintah di New Delhi.

“Sungguh luar biasa bagaimana dokter dan ilmuwan kami bekerja dalam waktu cepat untuk memperkuat perang global melawan Covid-19. Saya menghimbau semua orang yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin. Bersama-sama, mari kita buat India bebas Covid-19,"ujar Modi.

Tidak seperti sebelumnya, pemerintah India membebaskan warganya memilih sendiri pusat-pusat vaksinasi untuk mendapatkan suntikan dosis pertama. Mereka juga dibebaskan memilih untuk mendapatkan suntikan vaksin COVAXIN yang dikembangkan di dalam negeri atau vaksin AstraZeneca. 

Baca juga : Jokowi: Masa Depan Transportasi Massal Serba-Listrik

Kampanye vaksinasi Covid-19 di India berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, karena petugas kesehatan dan pekerja garis depan enggan menggunakan vaksin COVAXIN yang dikembangkan di dalam negeri. Mereka berpendapat, vaksin yang disetujui oleh pemerintah itu tidak memiliki data kemanjuran tahap akhir. Hanya sekitar 11 persen orang yang memilih divaksin dengan produk COVAXIN yang dikembangkan oleh Bharat Biotech dan Dewan Riset Medis India yang dikelola negara.

Bharat Biotech mengatakan, data kemanjuran dari uji coba tahap akhir pada hampir 26.000 sukarelawan yang menggunakan COVAXIN akan segera keluar. Perusahaan, bersama dengan regulator obat India, mengatakan COVAXIN aman dan efektif berdasarkan studi awal dan menengah. 

India telah melaporkan lebih dari 11 juta kasus infeksi virus corona dengan lebih dari 157 ribu kematian. India mencatat jumlah kasus virus corona tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement