Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Semen Indonesia Bukukan Laba Rp 2,79 Triliun

Senin 01 Mar 2021 12:10 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama PT Semen Indonesia (persero) - Hendi Prio Santoso

Direktur Utama PT Semen Indonesia (persero) - Hendi Prio Santoso

Foto: Republika/ Wihdan
Sepanjang tahun 2020, Semen Indonesia Group membukukan pendapatan Rp 35,17 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang 2020. SIG mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73 persen menjadi Rp2,79 triliun.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengakui industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, persaiangan di industri semen juga semakin ketat. "Namun, perseroan tetap bisa mencapai kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi biaya," kata Hendi, Senin (1/3). 

Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen. 

Baca Juga

Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat. Alhasil, Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

Hendi menyampaikan, akibat pandemi Covid-19, sepanjang tahun 2020, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp35,17 triliun, lebih rendah 12,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2019, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 40,36 triliun, 

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan. Di samping itu, beberapa proyek strategis nasional juga mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran Pemerintah. 

"Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada tahun 2020, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Cina," tutur Hendi.

Sejalan dengan visi perusahaan yaitu Menjadi Perusahaan Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terbesar di Regional, SIG terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material. Salah satunya pada 2020 SIG produk baru Masonry Cement. 

Perseroan juga melakukan pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store. Pengembangan platform ini bertujuan memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA