Senin 01 Mar 2021 09:15 WIB

BRI Kanwil Surabaya Dorong Kinerja pada 2021 Melalui UMKM

BRI akan fokus menggarap UMKM, sebab telah menjadi penggerak utama sektor ekonomi

Pelaku UMKM V-RA Collection, Novita Rahayu Purwaningsih (kiri) menyelesaikan pembuatan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, (ilustrasi). BRI Kantor Wilayah Surabaya mendorong kinerja pada 2021 dengan fokus menggarap sektor UMKM karena Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki jumlah UMKM cukup besar dan menjadi penggerak utama sektor ekonomi di tengah pandemi di wilayah setempat.
Foto: ANTARA/Moch Asim
Pelaku UMKM V-RA Collection, Novita Rahayu Purwaningsih (kiri) menyelesaikan pembuatan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, (ilustrasi). BRI Kantor Wilayah Surabaya mendorong kinerja pada 2021 dengan fokus menggarap sektor UMKM karena Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki jumlah UMKM cukup besar dan menjadi penggerak utama sektor ekonomi di tengah pandemi di wilayah setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- BRI Kantor Wilayah Surabaya mendorong kinerja pada 2021 dengan fokus menggarap sektor UMKM karena Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki jumlah UMKM cukup besar dan menjadi penggerak utama sektor ekonomi di tengah pandemi di wilayah setempat. Executive Vice Presiden BRI Kanwil SurabayaTriswahyu Herlina di Surabaya, Jumat (26/2) lalu, mengakui tahun lalu BRI mendapat tantangan cukup berat karena pandemi Covid-19 yang dimulai saat paruh awal 2020.

Namun demikian, BRI khususnya Kanwil Surabaya tetap optimistis mampu meningkatkan kinerjanya pada 2021, dengaan penyaluran kredit diharapkan tetap akan tumbuh double digit menyusul membaiknya ekonomi 2021 setelah program vaksinasi Covid-19. "Tahun lalu, kami baru efektif pada semester kedua. Itu pun kami masih dapat mencetak laba Rp 2,8 triliun. Tahun ini kami lebih optimistis, tumbuh lebih tinggi. Memang harus ada effort dari tim kami," katanya dalam keterangan pers.

Baca Juga

BRI akan fokus menggarap sektor UMKM, sebab telah menjadi penggerak utama sektor ekonomi saat pandemi. Bahkan, pada 2020, BRI tidak hanya fokus terhadap pelaku UMKM, namun lebih luas lagi menyasar pelaku usaha super mikro dengan plafon kredit maksimal Rp 10 juta.

"Nilai kreditnya memang tidak banyak, namun jumlah nasabahnya cukup besar. Sektor ekonomi mikro bagi kami merupakan embrio bisnis kami di masa depan," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement