Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Ketum PBNU Minta Presiden Instruksikan ASN Muslim Berzakat

Senin 01 Mar 2021 08:14 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Ketum PBNU Minta Presiden Instruksikan ASN Muslim Berzakat. Foto: Kiai Said Aqil Siroj, selaku pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyampaikan bahwa santri harus menguasai segalanya.

Ketum PBNU Minta Presiden Instruksikan ASN Muslim Berzakat. Foto: Kiai Said Aqil Siroj, selaku pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyampaikan bahwa santri harus menguasai segalanya.

Foto: istimewa
ASN Muslim diminta ketum PBNU membayar zakat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma’ruf Amin untuk menginstruksikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mengeluarkan zakat, khususnya yang muslim. Karena, menurut dia, penghimpunan dana zakat di Indonesia masih sangat sedikit.

“Saya mohon, saya minta, kepada presiden dan wakil presiden agar menginstruksikan semua pegawai negeri yang Islam, BUMN, pengusaha-pengusaha muslim, agar mengeluarkan zakat 2,5 persen,” ujar Kiai Said saat berpidato dalam acara Harlah NU ke-98 yang digelar secara virtual melalui Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (27/2) malam.

Kiai Said mengatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) saja hanya mampu memobilisir dana sebesar Rp 358 miliar. Padahal, menurut Kiai Said, Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. “Coba, memalukan gak? Negara yang mayoritas umat Islam, zakatnya terorganisasir, hanya Rp 380 miliar,” ucapnya.

Baca Juga

Karena itu, Kiai Said mengajak kepada para pegawai negeri untuk mendukung Baznas dan lembaga amil zakat di berbagai daerah di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia bisa keluar dari kemiskinan.

“Dukung Baznas, dukung lembaga-lembaga zakat di manapun berada kalau kita ingin segera keluar dari kemiskinan, apalagi di saat-saat pandemi seperti ini. Sangat penting sekali ini perintah Tuhan,” kata Kiai Said.

“Percuma kita mengaku mayoritas beragama Islam kalau kemiskinan masih kita lihat di depan mata kita,” imbuhnya.

Di tengah-tengah ekonomi yang sedang terancam seperti ini, menurut Kiai Said, zakat, infaq, sedekah bisa dijadikan sebagai basis ekonomi umat Islam. Karena itu, umat Islam harus mengelolanya dengan baik melalui lembaga amil zakat.

“Kita punya zakat, kita punya infaq, kita punya prinsip-prinsip sedekah yang diperintahkan oleh agama kita, maka harus kita jalankan dengan baik, insyaallah ekonomi yang sedang sepi yang sedang merosot ini bisa diatasi dengan mudah,” kata Kiai Said.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA