Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Oase dari Vaksinasi Atlet

Senin 01 Mar 2021 06:23 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar

Seorang tenaga kesehatan antre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 179.000 orang tenaga kesehatan telah melakukan vaksinasi Sinovac hingga hari Senin (26/1/2021) untuk mengejar target penyelesaian vaksin pada akhir tahun 2021.

Seorang tenaga kesehatan antre untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 179.000 orang tenaga kesehatan telah melakukan vaksinasi Sinovac hingga hari Senin (26/1/2021) untuk mengejar target penyelesaian vaksin pada akhir tahun 2021.

Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Dengan divaksin ada rasa kepercayaan diri yang muncul dari atlet tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya melakukan vaksinasi Covid-19 untuk atlet, pelatih dan tenaga pendukung. Sebanyak 820 orang dari ketiga unsur itu merupakan prioritas dari mereka yang segera mengikuti event olahraga nasional maupun internasional.

Untuk event nasional, atlet yang diprioritaskan adalah mereka yang segera tampil di ajang sepak bola (Piala Menpora) dan bola basket (IBL). Dua event itu akan mulai bergulir pada Maret mendatang.

Selanjutnya, untuk event internasional ada Olimpiade dan SEA Games. Untuk tahap selanjutnya, vaksinasi akan dilakukan terhadap atlet, pelatih dan tenaga pendukung cabang olahraga yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Langkah ini tentu saja bagai oase di tengah keringnya event olahraga nasional selama satu tahun sejak ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19.

Sejak saat itu, semua event olahraga, termasuk Liga 1, yang rencananya hanya diundur, sampai harus dihentikan permanen sampai musim selanjutnya digelar. Sebab, sampai sebelum vaksinasi ini dilakukan, tak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Paling tidak, vaksinasi jadi salah satu langkah paling kongkret, di samping protokol kesehatan yang masih harus diterapkan.

Kita tidak bisa mengikuti negara-negara lain yang tetap menggelar event olahraga, lantaran berbagai faktor yang menentukan. Indonesia tak seperti negara Eropa menggelar kompetisi sepak bola tanpa penonton karena minimnya kemampuan finansial klub untuk melakukan testing jelang dan pascapertandingan.

Indonesia juga tidak mungkin seperti Australia yang bisa menggelar Australian Open bahkan sudah dihadiri oleh penonton. Karena itu, vaksinasi jadi tumpuan pemerintah agar event olahraga bisa secepatnya bergulir.

Menpora Zainudin Amali, tetap meminta para atlet, pelatih dan tenaga pendukung yang sudah divaksin tetap harus serius dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Ia mengatakan, bagi atlet, vaksin bukan saja menguatkan imun secara fisik tapi juga secara psikis. Karena dengan divaksin ada rasa kepercayaan diri yang muncul dari atlet tersebut.

Sementara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, menegaskan kalau vaksinasi atlet ini bukan hanya penting, tapi  juga prioritas, terutama mereka yang akan mengikuti beberapa event.

Wapres menilai, mereka bisa mengharumkan nama bangsa saat berlaga, khususnya pada tingkat internasional. Wapres menyebut kompetisi olahraga tingkat internasional merupakan satu dari dua kesempatan Bendera Merah Putih dikibarkan dan Lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Melalui vaksinasi ini, Ma'ruf berharap, akan menjadi motivasi bagi masyarakat bahwa atlet setelah divaksin, tubuh tetap sehat dan kuat. Beberapa atlet, ofisial dan tenaga pendukung olahraga Indonesia mengaku lebih percaya diri setelah menerima vaksin covid-19.

Atlet Wushu, Haris Horatius misalnya, mengaku setelah divaksin akan membuatnya leluasa lagi menjalani latihan dan menghadapi pertandingan. Apa yang dirasakan Haris juga disampaikan atlet bulutangkis andalan Indonesia Marcus Fernaldi Gideon. Menurutnya setelah divaksin otomatis kepercayaan diri dan rasa lebih nyaman dirinya meningkat.

Sementara Pelatih Ganda Putra Bulutangkis Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengatakan, setelah divaksin dirinya lebih merasa percaya diri dan nyaman untuk mengikuti pertandingan internasional. Dirinya merasa lebih mantap untuk menghadapi pertandingan-pertandingan kedepan, dan pertandingan ke luar negeri.

Karena itu, kita semua berharap program vaksinasi ini segera bisa rampung. Tujuannya tentu saja agar semua unsur di dunia olahraga kembali beraktivitas untuk memulai latihan dan segera menghibur masyarakat dari lapangan maupun gelanggang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA