Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

3 Surat Alquran yang Picu Mualaf Irene dari Benci Jadi Iman

Senin 01 Mar 2021 05:20 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Mualaf Bernadette Irene (kanan) sempat membenci Islam hingga akhirnya beriman. Foto Irene bersama suami

Foto:
Mualaf Bernadette Irene sempat membenci Islam hingga akhirnya beriman

Irene kemudian mulai tertarik untuk mempelajari Islam. Dia menonton video Zakir Naik, dan mendengar keajaiban-keajaiban tentang Islam. Irene juga membeli beberapa buku sejarah yang ringan.  

"Saya menemukan buku kisah Rasulullah dalam buku besutan Tasaro GK. Membacanya mengalirkan sensasi luar biasa yang menggetarkan saya dari ujung kepala hingga kaki," tutur dia. 

Dia begitu takjub dengan kisah para sahabat Nabi, seperti Umar bin Khatab. Dia yang dikenal dengan sikapnya yang keras setelah mendengar ayat suci Alquran hatinya melembut.  

Dia juga memiliki kebiasaan menutup mata dan berdoa sebelum membalik halaman Alkitab secara acak, memohon agar ditunjukkan-Nya ayat yang Tuhan tujukan persis untuk dia, yang sesuai dengan kebutuhan atau apa yang sedang dia hadapi pada saat itu. 

Dan sebelum dia memutuskan untuk meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang hak, agama yang benar dan diterima di sisi Allah, dia pun melakukan hal yang sama. 

Bedanya kali ini dia memohon kepada Allah lewat sebuah Alquran. Ketiga surat inilah yang kemudian menjadi pengokoh keislaman dia yang membuat mantap bersyahadat.

Al-Maidah ayat 110 tentang Ruhul Kudus, ayat ini begitu membuatnya tercengang, Roh kudus yang bagi umat Kristiani dipercaya sebagai satu dari tritunggal Allah, suara batin manusia, yang tadinya pikir hanya ada di kitab Nasrani saja. Dan ayat ini juga begitu gamblang menjelaskan kedudukan Yesus (Nabi Isa) dalam Islam. 

Surat Ali Imran ayat 3, tentang Alquran diturunkan untuk membenarkan kitab-kitab sebelumnya, Taurat dan Injil. Dan yang terakhir, Surat Al-Ikhlas, yang dalam surat itu dikatakan bahwa Allah tidak beranak juga tidak diperanakkan.

Saat itu pada 2013, dia bertekad untuk memeluk Islam apalagi bertepatan dengan Ramadhan. Rekan-rekannya yang Muslim tentu menjalani puasa Ramadhan.  

Dia pun ikut belajar berpuasa dan sholat. Namun Irene mengurungkan niatnya untuk bersyahadat ketika Ramadhan. Dia khawatir apa yang dilakukan hanya terbawa suasana saja  

Setelah Ramadhan berakhir, ternyata keinginannya memeluk Islam semakin kuat. Pada Agustus 2013, Irene memutuskan untuk bersyahadat di Masjid Agung Solo.  

Karena sudah lama mempelajari Islam, Irene bersyukur ketika menjalani sholat setelah menjadi Muslim diberikan kemudahan. Dia pun langsung lancar membaca bacaan sholat dan gerakannya. Termasuk ketika berwudhu.   

 

Setelah memeluk Islam, tentu dia mendapat penolakan dari keluarga. Irene pun memutuskan untuk berhijrah dan bekerja di Bandung bersama anak pertamanya.    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA