Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Utusan Myanmar untuk PBB akan Melawan Setelah Dipecat Junta

Senin 01 Mar 2021 06:05 WIB

Red: Nur Aini

Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun

Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun

Foto: ABC
Utusan Myanmar untuk PBB dipecat karena menolak kudeta

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Utusan Myanmar untuk PBB di New York berjanji akan melawan setelah junta, yang memecatnya karena ia mendesak negara-negara menggunakan "segala cara" untuk menindakkudeta 1 Februari terhadap pemimpin terpilih negara itu, Aung San Suu Kyi.

"Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Kyaw Moe Tun kepada Reuters, Sabtu (27/2).

Televisi pemerintah Myanmar pada Sabtu (27/2) mengumumkan bahwa Kyaw Moe Tun telah dipecat karena mengkhianati negara. PBB tidak secara resmi mengakui junta sebagai pemerintah baru Myanmar karena belum menerima pemberitahuan resmi tentang perubahan apa pun, kata seorang pejabat PBB, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Baca Juga

Dengan demikian, Kyaw Moe Tun tetap menjadi duta besar Myanmar untuk saat ini."Kami belum menerima pernyataan apa pun mengenai perubahan perwakilan Myanmar di PBB di New York," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, pada Jumat (26/2) memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB agar tidak mengakui atau melegitimasi junta Myanmar. Jika junta Myanmar, yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, mencoba untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan mengirim utusan baru untuk PBB, junta akan memicu pertarungan di badan dunia itu, yang dapat berujung dengan pemungutan suara di Majelis Umum PBB.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA