Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Empat Warga Terbunuh dalam Demonstrasi di Myanmar

Senin 01 Mar 2021 04:13 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nur Aini

 Petugas polisi anti huru hara maju ke depan pengunjuk rasa pro-demokrasi selama unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 27 Februari 2021.

Petugas polisi anti huru hara maju ke depan pengunjuk rasa pro-demokrasi selama unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 27 Februari 2021.

Foto: REUTERS/STRINGER
Polisi Myanmar menembak warga yang berdemonstrasi menentang kudeta militer

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepolisian Myanmar kembali melepaskan tembakan kepada para pengunjuk rasa anti-kudeta di berbagai tempat pada Ahad (28/2). Setidaknya empat orang terbunuh dan beberapa lainnya terluka di hari kedua aksi demonstrasi nasional di Myanmar.

Satu orang terbunuh di Yangon terkena granat setrum yang diledakkan polisi. Ia meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada. Sementara tiga pengunjuk rasa lainnya terbunuh di Kota Selatan Dawei setelah polisi melepaskan tembakan.

Informasi meninggalnya para pengunjuk rasa itu dikonfirmasi langsung oleh seorang dokter yang enggan disebutkan namanya, juga politisi bernama Kyaw Min Htike kepada Reuters.

Baca Juga

Seorang perempuan juga dilaporkan tewas setelah polisi membubarkan aksi protes guru dengan granat setrum di kota utama Yangon. Namun, penyebab kematiannya tidak diketahui, demikian kata putri dan seorang rekannya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar kepemimpinan partainya pada 1 Februari. Kudeta terjadi setelah militer mengklaim adanya kecurangan dalam pemilihan umum yang dimenangkan partai Suu Kyi secara telak.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA