Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Efektif Tekan Covid-19, Sukabumi Gencarkan Pemantauan PSBB

Ahad 28 Feb 2021 16:35 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Qommarria Rostanti

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Pemkot Sukabumi terus menggencarkan pemantauan PSBB untuk memutus mata rantai Covid-19. (ilustrasi).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Pemkot Sukabumi terus menggencarkan pemantauan PSBB untuk memutus mata rantai Covid-19. (ilustrasi).

Foto: Republika/Riga nurul iman
PPKM mikro di Jawa Barat diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional atau pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Sukabumi terus dipantau petugas gabungan. Langkah ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, PPKM mikro di Jawa Barat diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Pada Sabtu (27/2) malam, pemantauan dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, yang mendatangi sejumlah keramaian kota.

"Pemantauan penerapan protokol kesehatan terus digencarkan," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Ahad (28/2).

Titik yang dipantau di antaranya di Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan R Syamsudin SH, dan Jalan Ahmad Yani. Dengan menggunakan pengeras suara di mobil, dia mengingatkan pengelola kafe dan rumah makan bahwa selama masa PSBB berdasarkan arahan Satgas Covid-19 Jawa Barat jam operasional hingga pukul 21.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerumunan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Fahmi, pemantauan melibatkan unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Sukabumi. Mereka disebar ke sejumlah titik. Selain itu hal serupa juga dilakukan aparat Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607 Kota Sukabumi.

"Pelaksanaan PSBB ini efektif dalam menekan kasus Covid-19," kata Fahmi. Hal ini ditandai dengan kasus positif Covid-19 yang melandai atau menurun dibandingkan sebelumnya.

Dia juga menekankan pentingnya gerakan 5M dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Gerakan dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Gerakan 5M dalam penanganan Covid-19 harus membuat posko penanganan di setiap kelurahan.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, mengatakan, pada Ahad ini hanya ada penambahan dua kasus positif Covid-19. Sehingga jumlah total kasus positif sebanyak 3.164 orang dengan rincian sebanyak 2.849 orang sembuh, 232 orang isolasi, dan 83 orang meninggal dunia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA