Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Sri Lanka Kembali Umumkan Akhiri Kremasi Paksa

Ahad 28 Feb 2021 15:21 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Sri Lanka Kembali Umumkan Akhiri Kremasi Paksa. Orang-orang menjalani tes usap COVID-19 di luar masjid di tengah pandemi virus korona di Kolombo, Sri Lanka, 21 Desember 2020. Sri Lanka berada di tengah gelombang baru Covid-19 dan jumlah kasus meningkat dari hari ke hari.

Sri Lanka Kembali Umumkan Akhiri Kremasi Paksa. Orang-orang menjalani tes usap COVID-19 di luar masjid di tengah pandemi virus korona di Kolombo, Sri Lanka, 21 Desember 2020. Sri Lanka berada di tengah gelombang baru Covid-19 dan jumlah kasus meningkat dari hari ke hari.

Foto: EPA-EFE/CHAMILA KARUNARATHNE
Aturan kremasi paksa dicabut usai kunjungan Perdana Menteri Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Pemerintah Sri Lanka kembali mengumumkan akhir dari kremasi paksa korban Covid-19 di negaranya. Hal itu, dilakukan setelah Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mendesak agar pemerintah Sri Lanka bisa menghormati pemakaman Muslim minoritas di wilayah tersebut.

"Saya menyambut pemberitahuan resmi pemerintah Sri Lanka yang mengizinkan opsi pemakaman karena Covid 19," kata Khan dikutip TRT World, Ahad (28/2).

Baca Juga

Menteri Kesehatan Sri Lanka Pavithra Wanniarachchi masih tidak memberikan alasan resmi pengumuman menarik kebijakan kremasi korban Covid-19. Kendati demikian, Jumat kemarin, Pemerintah Sri Lanka merilis pemberitahuan yang mengizinkan agar Muslim setempat, bisa melakukan pemakaman di bawah pengawasan otoritas kesehatan.

Mengetahui itu, Muslim Sri Lanka langsung menyambutnya dengan baik. Secara langsung, Menteri Kehakiman Ali Sabry juga menyatakan terima kasihnya pada pengambil kebijakan itu. “Akhirnya, kewarasan menang,” kata dia dikutip dari Arab News, Ahad.

Hal serupa juga diutarakan Sekretaris All-Ceylon Jamiyyathul Ulama (ACJU) Sheikh M S Mohammed Thassim. Menurut dia, ini adalah berita terbaik yang bisa didengar  seorang Muslim di Sri Lanka. 

“Ini akhir dari penderitaan mental kami dan kami akan dapat memenuhi keinginan terakhir kami untuk orang tercinta kami setelah kematian mereka,” katanya.

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA