Ahad 28 Feb 2021 14:33 WIB

UMY Beri Pelatihan Pengembangan Video ke Guru TK

Membuat video pembelajaran butuh keterampilan mengedit video.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Kampus UMY.
Foto: Wahyu Suryana.
Kampus UMY.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan peningkatan kompetensi guru-guru TK lewat pengembangan video berbasis audio visual memanfaatkan ponsel pintar. Pelatihan diberikan kepada TK ABA Argomulyo Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY, dan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ketua tim dosen pengabdian UMY, Winny Setyonugroho mengatakan, sejak pandemi kegiatan belajar mengajar terhambat, murid dan guru jarang bertemu karena dilaksanakan daring. Apalagi, mereka harus mengajar level anak-anak yang masih perlu didampingi orang tua.

Untuk itu, ia berpendapat, perlu kreativitas dan inovasi untuk membuat pembelajaran daring menjadi menarik. Sebab, di level ini tingkat kesulitan mengajar cukup berat bagi guru-guru, ditambah kondisi pandemi yang masih menghambat dilakukan tatap muka.

"Tujuan pelatihan pembuatan video belajar ini agar pesan dari guru tersampaikan ke murid dengan jelas, hubungan guru dengan murid bisa terjalin, dan kedekatan batin antara guru dan murid tetap terjaga meski melalui video," kata Winny.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Muhammad Muttaqien menuturkan, membuat video pembelajaran butuh keterampilan mengedit video. Kemampuan itu membuat video menjadi lebih enak ditonton, lebih menarik dan pesan-pesan yang ditampilkan bisa tersampaikan baik.

Menjadi salah satu pemateri, ia menekankan, penyuntingan video itu fungsinya ada tiga yaitu menggabungkan video menjadi satu, memotong bagian video, dan membangun cerita. Video tidak hanya tentang gambar tapi juga audio, musik sangat memengaruhi mood.

Selama pelatihan, guru TK ABA diminta untuk praktik langsung melakukan penyuntingan video memakai aplikasi VN yang diunduh ke ponsel mereka. Selain itu, guru-guru TK dibimbing mengoperasikan aplikasi VN dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di VN.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini guru-guru dapat semakin kreatif dan murid senang. Tidak hanya video pembelajaran, tapi bisa menampilkan hasil karya anak-anak karena mereka senang jika hasil karyanya tayang di YouTube," ujarnya.

Kegiatan ini didukung Pemerintah Australia melalui skema dana hibah alumnus Grant Scheme (AGS) yang diadministrasikan Australia Awards di Indonesia. Ke depannya, jika pelatihan berhasil akan ada pelatihan serupa untuk TK ABA seluruh Kecamatan Sedayu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement