Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Taggar #SaveDemokrat Muncul di Twitter

Ahad 28 Feb 2021 12:18 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu (27/2/2021). Delapan anggota Forum Pendiri Partai Demokrat mendesak partai tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai

Anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu (27/2/2021). Delapan anggota Forum Pendiri Partai Demokrat mendesak partai tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Taggar itu muncul menyusul pemecatan tujuh kader Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah isu pemecatan 7 kader Partai Demokrat, muncul tanda pagar atau tagar #SaveDemokrat di twitter. Berdasarkan pantauan linimassa pada Sabtu (27/2) pukul 19.56 wib, ramai netizen yang membicarakan soal pemecatan tersebut, ada pula yang menyinggung soal Kongres Luar Biasa (KLB).

Seperti diketahui, ketujuh kader yang baru saja dipecat oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya, serta satu kader lainnya, Marzuki Alie atas pelanggaran etika. Hal ini pun mendapatkan respon dari sejumlah pendiri partai Demokrat. Misalnya, Hengky Luntungan, yang menyebut konflik internal saat ini disebabkan ketidakmampuan AHY dalam memimpin Partai Demokrat selama ini.

"Sebagai pendiri kami, melihat karena ketidakmampuan seorang pemimpin partai, dalam Hal ini Ketua Umum AHY. Kenapa? Karena persoalan internal dibawa ke eksternal. Oleh karena itu, kami para pendiri berusaha mencari solusi. Sebagai langkah penyelamatan partai, bukan silatnas (silaturahmi nasional) tetapi KLB," kata Hengky dalam konferensi pers, Jakarta, Sabtu (27/2) siang.

Gerakan KLB ini ternyata mendapat dukungan dari organisasi sayap partai Demokrat yakni Angkatan Muda Partai Demokrat (AMD). Ketua Umum AMD, Boyke Novrizon menegaskan bahwa KLB ini bukanlah kudeta, melainkan langkah untuk menyelamatkan partai.

Ia pun berharap KLB dapat menjadi jalan yang tepat untuk memberhentikan AHY sebagai Ketum Demokrat, karena terindikasi telah melakukan pelanggaran berat partai dengan mengubah AD/ART secara sepihak tanpa melalui mekanisme yang telah diatur. "KLB sebagai jalan terbaik, juga tepat secara mekanisme hukum yang diatur AD/ART Partai Demokrat untuk memberhentikan AHY sebagai Ketum yang ditetapkan hasil kongres V Partai Demokrat, karena terindikasi telah melakukan pelanggaran berat organisasi (dengan) melakukan perubahan AD/ART secara sepihak tanpa melalui mekanisme yg telah diatur," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA