Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Menteri Kesehatan Ekuador Mundur Karena Skandal Vaksin Covid

Ahad 28 Feb 2021 12:07 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Vaksinasi lansia. Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos mengundurkan diri setelah terkait dengan skandal vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi lansia. Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos mengundurkan diri setelah terkait dengan skandal vaksinasi Covid-19.

Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Menkes Ekuador diduga ikut campur dalam vaksinasi panti jompo tempat ibunya tinggal.

REPUBLIKA.CO.ID, QUITO -- Menteri Kesehatan Ekuador Juan Carlos Zevallos mengundurkan diri setelah terkait skandal vaksinasi Covid-19. Zevallos mengajukan pengunduran dirinya pada Jumat (26/2), setelah ditemukan ketidakberesan dalam program percontohan vaksinasi yang dilakukan pemerintah sejak Januari.

Zevallos sedang dalam penyelidikan oleh jaksa penuntut negara bagian karena melakukan kesalahan dalam menangani program vaksinasi. Penyelidikan itu dilakukan setelah dia ikut campur tangan dalam vaksinasi Covid-19 di sebuah panti jompo tempat ibunya tinggal. 

"Mengingat situasi politik saat ini, dan untuk memungkinkan kelangsungan Rencana Vaksinasi Nasional, saya persembahkan kepada Anda, Tuan Presiden, pengunduran diri yang tidak dapat dibatalkan dari fungsi Menteri Kesehatan (saya)," kata Zevallos dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Lenin Moreno. 

Baca Juga

Majelis Nasional telah membahas pemakzulan Zevallos karena 'penanganan pandemi yang buruk dan proses vaksinasi yang buruk'. Dalam cuitannya di Twitter, Presiden Moreno menghormati pengunduran diri Zevallos. Dia mengapresiasi tugas Zevallos yang telah berupaya mengatasi pandemi Covid-19.

"Ada orang yang hanya melihat kesalahan. Saya menghormati pendapat itu. Saya lebih suka mengingat menteri yang menerima tugas sulit untuk memimpin tanggapan negara terhadap krisis kesehatan terburuk yang dialami Ekuador dan dunia, (menteri) yang membantu menyelamatkan ratusan ribu nyawa dengan kerja dan pengorbanan," ujar Moreno.

Menurut data Universitas John Hopkins, Ekuador telah melaporkan hampir 252 ribu kasus Covid-19 dan lebih dari 15.700 kematian terkait virus corona. Pandemi ini memperburuk krisis ekonomi yang sebelumnya telah melanda Ekuador, dan memicu kemarahan publik. 

Pejabat pemerintah di Argentina dan Peru juga mengundurkan diri dalam beberapa pekan terakhir, setelah muncul laporan lonjakan antrean vaksin Covid-19 di kedua negara. Menteri Kesehatan Argentina Gines Gonzalez Garcia mengundurkan diri pekan lalu, setelah dituduh membiarkan orang menghindari prosedur yang tepat untuk mendapatkan suntikan. 

Sementara, menteri kesehatan Peru juga mengundurkan diri setelah terungkap hampir 500 pejabat pemerintah menerima suntikan vaksin Covid-19 secara diam-diam. Presiden sementara Francisco Sagasti mengatakan, 487 pejabat, termasuk mantan menteri yang mengundurkan diri, memanfaatkan jabatan mereka untuk menerima suntikan awal. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA