Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Pandemi, Pengguna Aplikasi Jenius BTPN Naik Jadi 3,1 Juta

Ahad 28 Feb 2021 09:01 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Pekerja menjalankan aplikasi Jenius saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (118). (Republika/Tahta Aidilla)

Pekerja menjalankan aplikasi Jenius saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (118). (Republika/Tahta Aidilla)

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Belanja online dan top up jadi transaksi yang mendominasi di aplikasi Jenius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank BTPN Tbk mengungkapkan penggunaan aplikasi Jenius, aplikasi solusi keuangan bagi para digital savvy, semakin tumbuh kencang di tengah tantangan pandemi Covid-19. Adapun jumlah pengguna Jenius bertambah menjadi 3,1 juta atau naik 27 persen (yoy) dan jumlah dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 100 persen menjadi Rp 13,3 triliun pada akhir kuartal IV 2020. 

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan jumlah transaksi yang dilakukan melalui Jenius turut mengalami peningkatan hingga sebesar 70 persen (yoy). Tiga jenis transaksi yang mendominasi adalah berbelanja secara daring (online), menabung, dan top up e-wallet

"Dengan memanfaatkan expertise dan experience dalam menyediakan layanan perbankan digital itu pula, maka pada pertengahan tahun lalu kami juga menghadirkan Sinaya Prioritas, yaitu layanan khusus segmen nasabah affluent yang menyediakan priority banking service berbasis digital," ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad (27/2).

Baca Juga

Adapun layanan Sinaya Prioritas yang diintegrasikan dengan aplikasi Jenius menyediakan fitur-fitur baru khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah. Adanya tren kenaikan tersebut, perusahaan menghimpun pendanaan sejumlah Rp 145,5 triliun sampai dengan akhir Desember 2020. 

Total dana pihak ketiga meningkat sebesar 16 persen menjadi Rp 100,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saldo dana murah (CASA) juga meningkat sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Upaya menghimpun dana pihak ketiga pun dilakukan sambil menekan biaya dana seiring tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Pertumbuhan dana pihak ketiga tidak lepas dari tingginya tingkat kepercayaan nasabah serta kuatnya pondasi bisnis BTPN," ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA