Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

KH Faried Ma’ruf Ungkap Alasan Kemunduran Umat Islam

Ahad 28 Feb 2021 07:49 WIB

Red: Ani Nursalikah

KH Faried Maruf Ungkap Alasan Kemunduran Umat Islam. KH Faried Maruf (duduk paling kiri) bersama Hoofd Bestuur Muhammadiyah. KH Faried Maruf, adalah putra Kauman, Yogyakarta lahir 25 Maret 1908. Pada 1933 dia telah duduk sebagai anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai 1969.

KH Faried Maruf Ungkap Alasan Kemunduran Umat Islam. KH Faried Maruf (duduk paling kiri) bersama Hoofd Bestuur Muhammadiyah. KH Faried Maruf, adalah putra Kauman, Yogyakarta lahir 25 Maret 1908. Pada 1933 dia telah duduk sebagai anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai 1969.

Foto: Suara Muhammadiyah
Kegemaran hidup bermewah-mewah bertambah menyolok.

REPUBLIKA.CO.ID, “Kalau kita benar-benar mempunyai maksud untuk memperbaiki masyarakat kita, maka hendaknya janganlah kita sembunyi-sembunyikan keadaan yang sebenarnya, sehingga kita dapat dengan jelas mengetahui kelemahan kita, dan kita dapat memperkuatnya”.

KH Faried Ma’ruf, adalah putra Kauman, Yogyakarta lahir 25 Maret 1908. Pada 1933 dia telah duduk sebagai anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai 1969.

Berbagai jabatan pernah dia sandang. Pada sidang Majelis Tanwir Muhammadiyah tahun 1958 di Yogyakarta, dalam pidatonya KH Faried Ma’ruf menyoroti kondisi umat Islam saat itu. KH Faried Ma’ruf mengatakan, masyarakat Indonesia ini setelah mendapatkan kemerdekaan politik, yang semula mendapat nama baik, tetapi bertambah lama bukan bertambah baik, bahkan bertambah buruk namanya.

Baca Juga

Penderitaan hidup bagi rakyat umumnya, bertambah berat dirasakan. Kalau ada yang merasakan kenikmatan hidup, maka itu hanya satu dua orang saja. Kehidupan bertambah suram dan menyedihkan, sedangkan akhlak semakin bertambah merosot, meskipun harus diakui bahwa rakyat pada umumnya bertambah kritis.

Bagi masyarakat sekarang ini sudah bukan rahasia lagi tentang merajalelanya korupsi dalam segala lapangan, kericuhan, perampokan, pencurian dan sebagainya bertambah meluas, penegak keadilan kian hari kian bertambah lemah, sedangkan majalah porno telah menjadi kegemaran orang banyak. Pelacuran dikalangan pemuda-pemuda dan para terpelajar bertambah menjadi-jadi.

Kegemaran hidup bermewah-mewah bertambah menyolok dalam kalangan para pemimpin dan para pedagang pada umumnya, dan yang sangat menyedihkan ialah bahwa rasa menjauhkan diri dari ajaran-ajaran agama bertambah merata. Kesemuanya itu kini telah nampak, meskipun tidak usah kita berusaha melihatnya.

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA