Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Makanan yang Bisa Cegah Depresi Menurut Sains

Ahad 28 Feb 2021 06:12 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Mengonsumsi makanan memengaruhi perasaan seseorang.

Mengonsumsi makanan memengaruhi perasaan seseorang.

Foto: Pxhere
Mengonsumsi makanan memengaruhi perasaan seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan usus berperan penting bagi tingkat perasaan seseorang. Artinya, apa yang dikonsumsi dapat mempengaruhi mood bahkan kecemasan dan depresi.

Sebuah studi, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, dikutip laman, FitandWell, Ahad (28/2), berusaha memeriksa hubungan usus dengan pikiran. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong, memeriksa apakah gejala kecemasan membaik dengan mengatur "mikrobiota usus", bakteri usus yang membantu memecah serat makanan, di antara pekerjaan lainnya.

Teori itu mengambil langkah-langkah untuk mengatur mikroorganisme di usus dan bisa menciptakan manfaat kesehatan mental.

Baca Juga

Untuk menguji teori ini, para ilmuwan meninjau 21 penelitian yang telah mengamati 1.503 orang secara kolektif. Studi ini menggunakan campuran makanan probiotik dan non-probiotik guna mencoba dan mencari pendekatan mana yang paling efektif.

"Kami menemukan bahwa lebih dari separuh studi yang disertakan menunjukkan hal positif untuk mengobati gejala kecemasan dengan regulasi mikrobiota usus,” kata peneliti.

Peneliti menyebutkan ada dua jenis intervensi (intervensi probiotik dan non-probiotik) untuk mengatur mikrobiota usus, dan harus digarisbawahi bahwa intervensi non-probiotik lebih efektif daripada intervensi probiotik.

Terdapat beberapa bukti bahwa makanan probiotik yang diklaim penuh dengan "bakteri baik", seperti yogurt, dapat meningkatkan kesehatan usus. 

Tetapi menurut Universitas John Hopkins, probiotik hanya terbukti efektif di sekitar 36 persen penelitian. Layanan Kesehatan Nasional Inggris merekomendasikan mengonsumsi suplemen probiotik setiap hari selama setidaknya empat pekan, jadi tidak ada salahnya menambahkan beberapa bakteri baik ke dalam campuran.

Dua cara terbaik untuk mempromosikan bakteri usus yang baik adalah dengan minum lebih banyak air dan makan lebih banyak biji-bijian berserat, buah-buahan dan sayuran. Tanpa air, serat tidak dapat melakukan tugasnya dan mencegah sembelit, jadi pastikan mengonsumsi dua liter yang disarankan sehari.

Serat dapat ditemukan dalam buah-buahan berserat seperti apel, pir dan beri dan sayuran berserat seperti brokoli, wortel, dan asparagus. Jika mencampurkannya menjadi smoothie dan jus, seringkali lebih sulit untuk mendapatkan kandungan serat jadi pastikan memakannya utuh atau diblender dengan cara yang tepat.

Adapun kacang-kacangan, seperti polong, buncis juga penting, serta biji-bijian, baik oat, gandum utuh atau yang terkanding dalam roti dan pasta "cokelat", alih-alih alternatif roti "putih" yang digiling.

Pada prinsipnya, kesehatan usus sangat penting untuk pencernaan yang sehat. Orang akan mendapatkan tidur lebih nyenyak, bahkan kulit lebih sehat. Hindari makanan cepat saji yang asin dan bergula karena  diketahui dapat menyebabkan munculnya jerawat dan kondisi lain yang berkaitan dengan kulit berminyak setelah dikonsumsi selama sepekan terus menerus. Usus memiliki hubungan penting dengan hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, sehingg dapat memengaruhi depresi dan kecemasan.

Latihan tertentu yang intens atau upaya untuk menurunkan berat badan memang dikenal dapat meningkatkan kesehatan mental, tetapi sekarang cara terbaik sepertinya dengan menambahkan nutrisi yang sebagai cara menjaga tubuh dan pikiran tetap kuat dan sehat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA