Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Demokrat Tanggapi Desakan KLB

Ahad 28 Feb 2021 02:10 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syariefuddin Hasan

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syariefuddin Hasan

Foto: MPR
Desakan KLB hanya disuarakan segelintir pihak saja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Pendiri Partai Demokrat menyatakan akan segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB). Menanggapi itu Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syariefuddin Hasan meminta agar eks kader yang menamakan forum pendiri Partai Demokrat tersebut sadar.

"Bagi saudara-saudara saya yang sudah tidak menyandang lagi sebagai kader Partai Demokrat cukup berhentilah sampai di sini. Sadar, bahwa ada teman-teman yang memang betul-betul pendiri," kata Syarief di Kuningan, Sabtu (27/2).

Ia menilai desakan KLB hanya disuarakan segelintir pihak saja. Syarief menyebut ada banyak organisasi sayap di Partai Demokrat yang menolak KLB. "Menurut informasi, yang baru saja dilakukan tadi siang dari semua organisasi sayap hanya satu, begitu banyak organisasi sayap. Anak muda, perempuan itu banyak semuanya menolak KLB," ujarnya.

Baca Juga

Sementara itu Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mempersilakan jika ada pihak yang mendesak KLB. Namun ia mengingatkan bahwa langkah KLB merupakan langkah inkonstitusional. "Karena tidak sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat," ucapnya.

Ia menyebut hanya ada dua cara mengusulkan KLB. Cara pertama diusulkan oleh majelis tinggi partai yang ketuanya adalah Susilo Bambang Yudhoyono. "Jadi sudah cukup jelas bahwa syarat pertama tidak mungkin karena Pak SBY sudah menyampaikan di video bahwa beliau tidak mendukung KLB," tegasnya. 

Cara kedua yaitu diusulkan sekurang-kurangnya minimal dua per tiga dari total DPD dan minimal setengah dari 514 DPC. Serta disetujui oleh ketua majelis tinggi partai.  "Jadi jelas kalau tiba-tiba ada KLB sudah jelas inkonstitusional," terangnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA