Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Positif Covid-19 di Papua Bertambah Jadi 18.006 Orang

Sabtu 27 Feb 2021 22:20 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas memasukkan sampel swab atau usap nasofaring ke dalam wadah di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dok II Jayapura, Papua, Senin (1/2/2021).

Petugas memasukkan sampel swab atau usap nasofaring ke dalam wadah di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dok II Jayapura, Papua, Senin (1/2/2021).

Foto: Antara/Indrayadi TH
Satgas Covid-19 Papua mengingatkan masyarakat jangan pernah lalai menerapkan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua menyatakan, kasus warga yang terjangkit virus corona baru di provinsi tertimur Indonesia itu terus bertambah. Secara kumulatif totalnya kini tercatat 18.006 orang.

Jubir SGPP Covid-19 Papua dr. Silwanus Sumule di Jayapura, Sabtu (27/2) mengatakan jumlah total kasus tersebut naik setelah kasusnya bertambah 120 orang positif.

Ia menyebut warga dirawat akibat positif Covid-19 tercatat 2.114 orang dirawat di rumah atau di rumah sakit bagi sakit sedang dan berat. Pasien positif yang sembuh tercatat 15.542 orang dan meninggal mencapai 350 orang.

Guna menekan terus bertambahnya warga yang terjangkit Covid-19, kata Sumule, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir.

"Jangan pernah lalai menerapkan prokes terutama saat beraktivitas di luar rumah mengingat penyebaran virus masih terjadi di tengah masyarakat," kata dr Sumule.

Jubir SGPP Covid-19 Kota Jayapura dr Nyoman Antari secara terpisah mengaku hingga Sabtu (27/2) jumlah warga yang positif tercatat 7.886 orang, sembuh 6.713 orang.

Saat ini warga yang dirawat akibat terserang virus corona baru itu 1.041 orang dan meninggal 132 orang.

Tidak semua pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit atau isolasi terpusat yang disiapkan Pemkot Jayapura di LPMP Kotaraja karena sebagian besar termasuk orang tanpa gejala (OTG), jelas dr Nyoman Antari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA