Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Harlah Ke-98, PBNU Rilis NU Online Super App 

Sabtu 27 Feb 2021 21:59 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Siroj saat meluncurkan NU Online Super App di sela-sela Harlah ke-98 NU, Sabtu (27/2)

Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Siroj saat meluncurkan NU Online Super App di sela-sela Harlah ke-98 NU, Sabtu (27/2)

Foto: Dok Istimewa
PBNU meluncurkan NU Online Super App lengkap dengan fitur baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan NU Online Super App yang berisi beragam fitur layanan keagamaan. 

NU Online Super App merupakan pengembangan NU Online versi mobile, dengan penambahan sejumlah fitur baru, antara lain Alquran, doa, kompas kiblat, jadwal sholat, tahlil  dan Yasin, ensiklopedia NU, maulid, wirid, khutbah, video, dan lain-lain. Aplikasi ini dapat diunduh di playstore (s.id/nuonline) maupun appstore (s.id/nuonline_ios). 

Ketua Umum  PBNU, KH Said Aqil Siroj, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kehadiran aplikasi layanan keagamaan ini, bertepatan dengan Harlah ke-98 NU versi Hijriyah pada 16 Rajab 1442 yang jatuh pada 28 Februari 2021. 

Baca Juga

Kiai Said berharap NU Online Super App memberi manfaat besar tak hanya bagi warga NU tapi juga umat Islam secara umum. 

“Aplikasi ini merupakan servis terbesar dan pelayanan terbesar untuk warga NU agar semuanya dapat mengakses dengan mudah berbagai amalan ibadah sehari-hari,” ujar Kiai Said Aqil Siroj, Sabtu (27/2) ketika meluncurkan NU Online Super App secara resmi dalam puncak peringatan Harlah ke-98 NU di Masjid Istiqlal Jakarta. 

Senada, Sekretaris Jenderal PBNU, H A Helmy Faishal Zaini juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk mengunduh NU Online Super App. Dia mengungkapkan sejumlah faidah atau manfaat mengunduh aplikasi tersebut. 

"Kita bisa membaca dan mengikuti perkembangan terkini. Kemudian kita juga bisa membaca Alquran ketika kita di perjalanan. Bahkan ketika kita sedang musafir, traveling di berbagai daerah, lalu kebingungan menentukan arah kiblat di mana, kita juga bisa menggunakan NU Online Super App," urai Helmy. 

"Insya Allah (aplikasi) ini akan menjadi perangkat yang bermanfaat bagi kita semua. NU Online Super App, dari NU untuk kemaslahatan umat," imbuh Helmy. 

Pemimpin Redaksi NU Online, Achmad Mukafi Niam, menyatakan NU Online Super App berisi berbagai macam fitur amalan ibadah yang selama ini menjadi ciri khas umat Islam Indonesia, terutama Nahdliyin. “Masyarakat bisa mengakses bacaan tahlil, istighotsah, maulid, wirid, hizib, ziarah kubur, doa-doa dalam satu aplikasi,” terang Niam.    

NU Online Super App, lanjut Niam, berbeda dengan aplikasi NU Online yang sebelumnya telah ada. Karena aplikasi NU Online terdahulu hanya berisi konten-konten yang ada di dalam website. 

Sedangkan NU Online Super App selain memuat konten-konten website, juga dilengkapi dengan fitur-fitur amaliah ibadah yang dapat diakses dengan mudah oleh umat Islam Indonesia.   

Terkait dengan peringatan hari lahir (harlah) ke-98 NU versi Hijriyah tahun 2021 kali ini, PBNU menerapkan pembatasan dan protokol Kesehatan yang ketat di Masjid Istiqlal Jakarta mengingat pandemi Covid-19 belum mereda. 

Harlah ke-98 NU yang bertema “Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan” ini dimulai dengan pembacaan qasidah dan maulid Nabi Muhammad. Kemudian kegiatan pembacaan Yasin dan tahlil untuk Muassis NU dan Doa untuk Keselamatan Bangsa.  

Sebelumnya, tepat pada 31 Januari 2021 lalu, NU berusia 95 tahun dalam hitungan tahun Masehi. Sedangkan pada 16 Rajab 1442, NU mencapai umur 98 tahun. Selama hampir satu abad tersebut, sejak awal kelahirannya hingga saat ini, NU telah berhasil memberikan sumbangsih terhadap kehidupan beragama yang ramah di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. 

Setiap tahun, Harlah NU diperingati Nahdliyin sebanyak dua kali, 31 Januari dan 16 Rajab. Namun, peringatan hari lahir resmi yang diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) NU yaitu harlah dalam hitungan tahun Hijriyah, yakni 16 Rajab. Tetapi, NU juga tidak melarang warganya untuk memperingati harlah versi Masehi, yaitu 31 Januari.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA