Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Mendekat pada Takwa

Ahad 28 Feb 2021 04:50 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Adil lebih dekat kepada takwa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ina Salmah Febriani

Dalam proses kehidupan manusia, interaksi sosial akan terus berlanjut hingga akhir hayat. Selain kebutuhan pada Tuhan (spiritual need), kebutuhan ini diiringi dengan kebutuhan pada manusia lainnya. Jika kebutuhan beribadah bertujuan agar terarah, maka ia juga memerlukan kebutuhan lain, beberapa di antaranya kebutuhan bekerja sebagai sarana memeroleh pendapatan, kebutuhan pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan dasar. Berikutnya, kebutuhan untuk diperlakukan secara adil, seimbang dan proporsional.

Dalam konteks Islam, al-Qur’an telah mengatur hubungan interaksi sesama manusia dalam menegakkan keadilan ini bukan hanya pada orangtua, pasangan, kerabat, keluarga maupun sesama umat yang seagama dengannya, namun juga pada mereka yang tidak kita kenal dekat bahkan boleh jadi berbeda keyakinan.

Beberapa ayat yang berkenaan dengan adil di antaranya keadilan dalam menetapkan hukum (QS An Nisa/4: 58), keadilan memberikan hak kepada orang lain (QS An Nahl: 16/ 90), keadilan dalam berbicara (QS Al an’ am/6: 152), keadilan dalam kesaksian (QS An Nisa’/4: 135), keadilan dalam pencatatan utang (QS Al Baqarah/2: 282), keadilan dalam mendamaikan perselisihan (QS Al Hujurat/49: 9), keadilan dalam menghadapi orang yang tidak disukai (QS Al Maidah/5: 8), keadilan dalam memberikan balasan (QS Al Maidah/5: 95), keadilan terhadap orang musyrik yang tidak memerangi umat muslim (Al-Mumtahanah/60: 8).

Namun demikian, kata ‘adil’ dalam al-Qur’an disebut dalam beberapa lafadz (kata). Terkadang al-Qur’an menggunakan kata ‘adl, di lain ayat menggunakan lafadz qisth, di ayat lain menggunakan kata mizan. Lafadz ‘adl dengan berbagai derivasinya (misal ta’dil, ya’dilu, I’dilu dan lain sebagainya), disebut sebanyak 28 kali. Sementara qisth dengan derivasinya yang beragam (tuqsithu, qisth, muqsithin) disebut sebanyak 25 kali yang tersebar di beberapa surah. Terakhir, mizan, disebut sebanyak 23 kali salah satu di antaranya ialah surah ar-Rahman/ 55 ayat 7-9.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA