Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Jelang Chelsea Vs MU, Tuchel Trauma Kekalahan Saat di PSG

Sabtu 27 Feb 2021 12:40 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

 Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel.

Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel.

Foto: Neil Hall / Pool via AP
Chelsea akan menjamu MU di Stamford Bridge, Ahad (28/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Thomas Tuchel mengakui kekalahan tim asuhannya Paris Saint-Germain (PSG) dari Manchester United pada 2019 pada babak gugur Liga Champions menjadi titik terendah dalam karier kepelatihannya. Tuchel yang kini menjadi pelatih Chelsea menukangi PSG, ketika tim besutan Ole Gunnar Solskjaer secara sensasional membalikkan defisit 0-2 pada leg pertama babak 16 besar di Manchester dengan kemenangan di Paris.

Pada Ahad (28/2), Tuchel akan menyambut United di Stamford Bridge untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Chelsea. Tuchel mengungkapkan bahwa kekalahan waktu itu membuatnya tidak dapat berbicara dengan siapa pun selama dua hari.

"Saya bisa sangat jujur, setelah pertandingan itu saya dua hari berada di tempat yang sangat gelap, saya tidak dapat berbicara dengan siapa pun dan memikirkan hal lain selain kekalahan ini. Itu mungkin kekalahan terburuk yang saya alami karena datangnya entah dari mana," kata Tuchel, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (27/2).

Baca Juga

"Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini lagi atau sebelumnya. Sepertinya itu datang entah dari mana dan itulah mengapa pukulan ini sulit dilupakan." 

Marcus Rashford menjadi penentu kemenangan pada injury time di Paris membuat Tuchel bertanya pada dirinya sendiri tentang kemampuannya melatih. Mirip seperti ketika Chelsea ditahan imbang Southampton dalam pertandingan terakhir Chelsea di liga.

Tuchel percaya pelajaran dari patah hati itu hampir membuahkan hasil setahun kemudian ketika timnya mencapai final Liga Champions. Sayang, PSG kalah 0-1 dari Bayern Muenchen di partai final.

Tuchel tidak akan menggunakan kekalahan PSG dari United sebagai gangguan untuk mempersiapkan duel melawan Setan Merah kembali.

"Apakah saya pecundang yang baik?  Mari tunjukkan pecundang yang bagus di level ini. Kami menyukai kompetisi dan kami senang menang. Inilah yang kami harapkan akan kami dapatkan besok," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA