Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Kisah Setia Fatimah Mendaras Republika

Sabtu 27 Feb 2021 05:49 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Karta Raharja Ucu

Suasana proses cetak koran Harian Republika di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Rabu (3/2).

Suasana proses cetak koran Harian Republika di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Rabu (3/2).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Membaca Republika mewakili dunia akhirat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rutinitas Fatimah Zahra selain membaca koran favoritnya adalah membuat kliping. Hampir setiap hari setelah melaksanakan sholat Ashar, Fatima mulai menggunting koran Republika terutama dari rubrik-rubrik Hikmah, Dialog, Tokoh, dan Khazanah.

Tentunya, sebelum membuat kliping, dia sudah selesai membacanya. Ketika ada yang dirasa penting, dia gunting dan tempel di buku portofolionya. Sejak pensiun dari guru, kegiatan ini kerap ia lakukan.

Dari tahun pertama Republika menerbitkan koran, perempuan yang kini berusia 76 tahun ini sudah menjadi pelanggan setia sampai sekarang. Berawal dari rasa tertariknya terhadap latar belakang berdirinya koran Republika.

“Tadinya saya langganan koran dari media lain, lalu saat 1993, ada koran baru. Saya mulai tertarik dari asal usul berdirinya Republika, siapa pelopornya, lalu saya baca dan saya suka sampai sekarang langganan,” kata Fatimah saat berbincang dengan Republika.co.id, Rabu, 6 Januari 2021.

Selain tertarik dari latar belakang berdirinya Republika, Fatimah menyebut Republika adalah koran yang unik. Ada hal yang berbeda dengan koran lain. Semua berita yang dipaparkan Republika lengkap, mulai dari berita terkini sampai musik. Terlebih, kata dia, Republika sangat khas dengan informasi-informasi yang islami.

Edisi yang paling disukai Fatimah adalah edisi Jumat karena ada Dialog Jumat, Sabtu karena ada Madeena, dan Ahad karena ada Islam Digest.

“Menurut saya Republika inovatif. Isinya berkembang, apalagi saya suka saat edisi Jumat, Sabtu, dan Ahad. Kalau enggak ada bacaan, saya ulang bacanya karena saya tau penulisnya pasti membaca banyak buku, ilmunya banyak. Baca Republika mewakili dunia akhirat lah,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA