Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Jampidsus Belum Tentukan Sikap Pengurangan Hukuman Hary P

Jumat 26 Feb 2021 21:18 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Agus Yulianto

Ali Mukartono

Ali Mukartono

Foto: Republika/Mabruroh
Upaya hukum kasasi ke MA, menjadi pintu bagi tim penuntutan di Jampidsus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejakgung) belum mengambil langkah hukum lanjutan untuk ‘melawan’ putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta, yang mengubah masa pemidanaan terdakwa Hary Prasetyo terkait kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono mengatakan, tim penuntutannya masih punya waktu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) demi menguatkan vonis penjara seumur hidup dari Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor).

“Kita tunggu laporannya deh dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Pusat, biar valid, kan masih ada waktu 14 hari kita,” kata Ali saat ditemui di Gedung Pidana Khusus (Pidsus), Kejakgung, Jakarta, Jumat (26/2) petang.

Namun, menurut Ali, vonis penjara seumur hidup terhadap Hary Prasetyo dari PN Tipikor, sebetulnya sudah sesuai fakta penyidikan, yang membuktikan mantan direktur keuangan Jiwasraya itu, terlibat dalam korupsi yang merugikan keuangan negara setotal Rp 16,8 triliun.

“Tuntutannya, kan seumur hidup. Di pengadilan, perannya Hary Prasetyo, dia terbukti dominan (melakukan tindak pidana korupsi), makanya divonis seumur hidup,” kata Ali.

Meskipun begitu, Ali menyampaikan, dirinya belum menerima salinan putusan resmi dari PT Jakarta yang mengubah vonis Hary Prasetyo menjadi cuma 20 tahun penjara. Sebab itu, dikatakan dia, belum ada kepastian langkah hukum lanjutan untuk mengembalikan vonis penjara seumur hidup dari PN Tipikor tersebut.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA