Sabtu 27 Feb 2021 00:27 WIB

Presiden Dukung Kampanyekan Gerakan Cinta Zakat

Gerakan cinta zakat akan diluncurkan pada Ramadhan nanti.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi Berzakat
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Berzakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung gerakan cinta zakat yang dikampanyekan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dukungan itu disampaikan presiden dalam acara silaturahmi dengan pimpinan Baznas periode 2020-2025 di Kantor Presiden pada Rabu (24/2).

"Alhamdulillah kami menerima banyak arahan dari presiden yang memang sangat memahami persoalan perzakatan di Indonesia. Beliau juga mendukung penguatan pengelolaan zakat dan gerakan cinta zakat, yang akan diluncurkan bulan Ramadhan nanti," kata Ketua Baznas, Prof KH Noor Achmad melalui siaran pers yang diterima, Jumat (26/2).

Baca Juga

Kiai Noor juga mengucapkan terima kasih kepada presiden yang telah memberikan kepercayaan dan amanah menjadi pimpinan Baznas. Baznas meminta restu presiden untuk menjalankan tugas sesuai Undang-Undang (UU) Zakat. Maka Baznas akan melakukan penguatan dan penataan kelembagaan secara menyeluruh dengan meningkatkan koordinasi dan sinergitas gerakan pengelolaan zakat nasional.

Ia mengatakan, presiden sangat apresiatif dan mendukung program Baznas, terutama dalam program penanggulangan kemiskinan dan dampak pandemi Covid-19. Presiden meminta Baznas menjaga amanah dan kepercayaan publik serta mengarahkan agar masyarakat merasakan manfaat zakat. 

"Presiden juga meminta Baznas menggali potensi penghimpunan dengan inovasi, teknologi modern dan menerapkan digitalisasi dalam menata pengelolaan zakat, sehingga lebih transparan dan sekaligus menggali semua potensi zakat di Indonesia," ujarnya. 

Kiai Noor menerangkan, pihaknya melaporkan kepada presiden tentang rencana gerakan cinta zakat yang akan dicanangkan pada bulan Ramadhan. Serta melaporkan tentang perolehan Baznas dan potensi zakat nasional. Sebenarnya potensi zakat nasional, menurut Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas sebesar Rp 320 triliun. 

"Tetapi sampai saat ini perolehan zakat secara nasional baru dilaporkan Rp 11,2 triliun, baik melalui Baznas seluruh Indonesia beserta UPZ dan yang dihimpun oleh LAZ," jelasnya. 

Kiai Noor mengemukakan, visi menjadikan Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural yang kuat, modern dan terpercaya. Adapun misi utama adalah menjadikan Baznas pilihan utama membayar zakat dan lembaga utama mensejahterakan umat.

Kepada presiden, ia memaparkan kesiapan Baznas untuk menunjang program pemerintah, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan dampak Covid-19. Juga memohon presiden mendukung peningkatan program penghimpunan Baznas, khususnya dari ASN, pegawai BUMN, TNI, Polri dan korporasi. 

"Alhamdulillah respons beliau (presiden) sangat mendukung," ujar Kiai Noor.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement