Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

PPP Hormati Langkah NasDem Terkait Konvensi Capres

Jumat 26 Feb 2021 17:50 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi.

Wakil Ketua Komisi II DPR Arwani Thomafi.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Dalam penyelenggaraan konvensi capres, NasDem membangun kerja sama politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai NasDem yang tengah menyiapkan konvensi calon presiden (Capres) untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi merespons langkah tersebut.  

"Kita menghormati langkah partai politik lain termasuk NasDem," kata Arwani kepada Republika, Jumat (26/2).

Arwani mengatakan, bagi PPP, saat ini, yang lebih penting adalah bersama-sama membantu Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Arwani menyebut, saat ini, PPP tengah fokus bekerja untuk membantu rakyat yang sedang berada dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Partai NasDem tengah mempersiapkan konvensi calon presiden (capres) untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Sektetaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, bahwa partainya akan membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai lainnya.

"Dalam penyelenggaraan konvensi capres, NasDem membangun kerja sama politik bersama rekan partai koalisi. Konvensi koalisi capres yang platform visi dan misinya sama dan sejalan serta segera membentuk koalisi konvensi sesuai amanat dan persyaratan presidential threshold ambang batas capres 20 persen," kata Johnny dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (25/2).

Johnny menjelaskan, komunikasi tersebut dibangun untuk memastikan tiket presidential threshold terpenuhi. Oleh karena itu, agar konvensi capres jadi dilakukan, maka menjadi syarat mutlak bagi koalisi yang dibangun nantinya mencapai ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. 

"NasDem tidak akan melakukan konvensi apabila hasil konvensi tidak mendapatkan tiket sebagai peserta pilpres," jelasnya.

Johnny juga mengatakan, bahwa konvensi capres akan dimulai pada tahun 2022. Saat ini partainya tengah mematangkan konsep serta menganalisis terkait bagaimana kriteria, tata cara, dan prosedur pelaksanaan konvensi capres tersebut.

"Kita rencanakan diawali tahun 2022, itu berarti mulai sekarang akan terjadi maraton komunikasi politik dan maraton tim-tim teknis yang mempersiapkan agenda konvensi capres 2024 agar jalannya konvensi mampu meningkatkan kualitas demokrasi," ucapnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA