Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Epidemiologi Kritik Vaksinasi DPR Secara Tertutup 

Jumat 26 Feb 2021 17:43 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Agus Yulianto

 Seorang pria menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.(Ilustrasi)

Seorang pria menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.(Ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Yang dilakukan DPR ini seperti korupsi barang vaksin apalagi mereka membawa keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menanggapi, anggota DPR RI beserta keluarganya yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta secara tertutup. Dia menilai, hal ini sangat memperihatinkan dan begitu lemahnya pemerintahan.

"Ini sangat memprihatinkan sekaligus juga menjadi begitu lemahnya pemerintahan kami. Kenapa vaksinnya harus tertutup? Kenapa tidak transparan? Masyarakat banyak yang curiga kalau kaya gitu. Adanya vaksin dari uang rakyat loh," katanya saat dihubungi Republika, Jumat (26/2).

Padahal, kata dia, masih ada yang membutuhkan vaksin Covid-19 seperti tenaga kesehatan, kelompok lanjut usia (lansia) dan komorbid. Pemerintah harus memikirkan hal itu. Menurutnya, yang dilakukan DPR ini seperti korupsi barang vaksin apalagi mereka juga membawa keluarganya untuk divaksin.

"Kejadian seperti ini dilihat dunia loh. Penilaian negara lain pasti buruk tentang Indonesia. Sudah vaksin terbatas, terus diambil lagi sama DPR beserta keluaraganya. Padahal, vaksin itu buat kelompok yang prioritas," kata dia.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA