Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Diplomat Rusia Keluar dari Korut dengan Kereta Troli

Jumat 26 Feb 2021 15:21 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Sasiun kereta bawah tanah di Pyongyang,

Sasiun kereta bawah tanah di Pyongyang,

Diplomat Rusia menempuh 32 jam untuk bisa mencapai perbatasan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Sejumlah diplomat Rusia dan anggota keluarganya meninggalkan Korea Utara (Korut) dengan menggunakan jalur darat pada pekan ini. Mereka harus menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke kampung halaman, ketika Korut menerapkan langkah-langkah ketat terkait pandemi virus Corona dengan memblokir sebagian besar transportasi penumpang yang melintasi perbatasan.

“Karena perbatasan telah ditutup selama lebih dari setahun dan lalu lintas penumpang telah dihentikan, dibutuhkan perjalanan yang panjang dan sulit untuk pulang,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Sebanyak delapan diplomat dan anggota keluarganya, termasuk seorang anak berusia tiga tahun melakukan perjalanan panjang untuk mencapai perbatasan Rusia. Mereka menempuh perjalanan selama 32 jam dengan kereta api dan dua jam dengan bus dari Pyongyang untuk mencapai perbatasan Rusia pada Kamis (25/2).

Mereka kemudian harus melintasi perbatasan dengan berjalan kaki. Berdasarkan Foto dan video yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, mereka memasukan koper, tas, dan beberapa orang ke atas troli yang didorong di sepanjang rel kereta, di tengah musim dingin.

Sekretaris ketiga Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang, Vladislav Sorokin tampak mendorong troli tersebut sejauh satu kilometer, termasuk melintasi jembatan kereta api di atas Sungai Tumen, yang membelah kedua negara. Pejabat Kementerian Luar Negeri menyambut kelompok itu di stasiun perbatasan di sisi Rusia. Mereka kemudian melakukan perjalanan dengan bus ke bandara Vladivostok.

Sejak tahun lalu, jumlah diplomat asing di Korut telah berkurang. Banyak kedutaan besar negara Barat di Pyongyang tutup akibat pembatasan yang ketat. Para diplomat yang hendak meninggalkan Korut harus bernegosiasi selama berminggu-minggu untuk mengatur tindakan khusus sehingga mereka bisa pulang ke negaranya.

Korea Utara belum melaporkan kasus virus Corona yang dikonfirmasi. Tetapi negara itu telah memberlakukan penutupan perbatasan yang sangat ketat, termasuk melarang sebagian besar perjalanan internasional, dan membatasi pergerakan orang di dalam negeri.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA