Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Mendag: Pasar E-Commerce Jadi Liar Akibat Predatory Pricing

Jumat 26 Feb 2021 10:42 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

E-commerce (perdagangan online)

E-commerce (perdagangan online)

Foto: Republika
Marketplace di Indonesia harus menjadi sarana perdagangan adil dan bermanfaat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan, pasar e-commerce di Indonesia saat ini cenderung menjadi liar. Itu diakibatkan antar pemain melakukan predatory pricing atau perang harga untuk bisa merebut konsumen.

"Itu melanggar azas perdagangan yang adil dan bermanfaat. Kita punya alat untuk pastikan tidak terjadi perdagangan yang curang. Di marketplace sekarang ini sepertinya menjadi liar," kata Lutfi kemarin.

Ia mengatakan, pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan harus bisa memastikan bahwa marketplace di Indonesia harus menjadi sarana perdagangan adil dan bermanfaat. Baik bagi penjual maupun bagi pembeli. Sebab, jika terjadi praktik 'bakar uang' itu sama dengan melakukan dumping.

Baca Juga

"Itu adalah transaksional yang tidak sehat dan kami akan ikut aturan dunia untuk regulasi hal tersebut," ujarnya.

Menurut Lutfi, Indonesia saat ini memiliki marketplace yang besar dan menguntungkan. Untuk saat ini, Lutfi menilai yang harus dijadikan fokus adalah bagaimana agar produk asli UMKM Indonesia bisa memanfaatkan pasar marketplace di dalam negeri.

Produk UMKM harus bisa menjadi pesaing yang berkualitas di dalam negeri. Sementara Kementerian Perdagangan menjadi wasti yang adil dan memastikan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (PSME) memberikan manfaat bagi penjual dan pembeli.  

Dalam lingkup global, Lutfi memastikan, Indonesia akan akif di World Trade Organization untuk pembahasan seputar perdanganan melalui sistem elektronik (PSME). "Kita akan menjadi pemain akatif di sana," ujarnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA