Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Dokter: Sebagian Besar Pasien Covid-19 Pulih dari Anosmia

Jumat 26 Feb 2021 10:01 WIB

Red: Nora Azizah

Penderita anosmia bisa sembuh dalam beberapa pekan atau hitungan bulan.

Penderita anosmia bisa sembuh dalam beberapa pekan atau hitungan bulan.

Foto: www.freepik.com
Penderita anosmia bisa sembuh dalam beberapa pekan atau hitungan bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr Mahatma Sotya Bawono, menyatakan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 bisa pulih dari anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman. Penderita anosmia, kata dia, bisa sembuh selama beberapa pekan atau hitungan bulan.

"Ada yang bisa pulih dari anosmia, tetapi ada yang menetap atau tidak pulih. Namun sejauh ini lebih banyak yang pulih," kata Mahatma melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (26/2).

Kendati begitu dalam beberapa kasus, anosmia bersifat permanen. Ia mengaku pernah menangani pasien COVID-19 yang tak kunjung pulih dari anosmia hingga dua bulan pasca terjangkit virus corona.

Baca Juga

"Salah satu pasien saya ada yang sampai dua bulan pasca COVID-19 tidak juga pulih," kata dia.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada panduan standar untuk membantu mengembalikan fungsi penciuman pasien COVID-19. Meski demikian, terapi atau latihan dengan memberikan stimulasi pada indera penciuman dapat dilakukan untuk mendorong kesembuhan. Misalnya, berlatih mengendus setiap hari dengan menggunakan aroma berbeda-beda, seperti, aroma lemon, minyak atsiri, kopi, dan lainnya.

"Penggunaan aroma-aroma tersebut dapat untuk melatih penghidu. Berhasil tidaknya ini tentu tergantung dari derajat kerusakannya," terangnya.

Hilangnya kemampuan penciuman ini, kata dia, memiliki akibat yang tidak bisa disepelekan sebab bisa berdampak pada kualitas hidup seseorang.

"Kalau tidak bisa menghidu, nanti aroma makanan juga tidak bisa tercium dan ini dapat menurunkan selera makan. Dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kualitas hidup," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA