Kamis 25 Feb 2021 23:39 WIB

Pemkab Madiun Maksimalkan Dua Mesin PCR untuk Covid-19

Pemkab Madiun berharap penanganan Covid-19 lebih cepat usai miliki dua mesin PCR

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) antre untuk menjalani tes usap (swab test) COVID-19 di Puskesmas Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/1/2021). Pemkab Madiun memfasilitasi tes usap RT PCR bagi 16 orang ASN yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) yang digelar secara massal pada Senin (4/1) guna pencegahan penularan COVID-19.
Foto: Antara/Siswowidodo
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) antre untuk menjalani tes usap (swab test) COVID-19 di Puskesmas Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/1/2021). Pemkab Madiun memfasilitasi tes usap RT PCR bagi 16 orang ASN yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) yang digelar secara massal pada Senin (4/1) guna pencegahan penularan COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID,MADIUN -- Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur kini memiliki dua alat uji "polymerase chain reaction" (PCR) untuk memaksimalkan penanganan pasien COVID-19 di wilayah setempat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Soelistyo Widyantono, Kamis mengatakan selama ini hasil uji usap atau "swab test" harus menunggu beberapa hari karena dikirim ke luar kota.

"Dengan memiliki mesin PCR sendiri, diharapkan penanganan COVID-19 di Kabupaten Madiun dapat lebih cepat. Selama ini terkendala lamanya menunggu hasil tes swab yang mencapai beberapa hari karena spesimen dari pasien harus dikirim ke luar kota yang memiliki alat PCR," ujar Soelis di Madiun.

Menurut dia, dua alat PCR tersebut ditempatkan di dua rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kabupaten Madiun. Yakni di RSUD Caruban dan RSUD Dolopo Kabupaten Madiun. 

Pihaknya memastikan dengan mesin tersebut tentu dapat mempercepat proses "testing" spesimen virus korona. Karena dalam sehari alat tersebut mampu menguji hingga 138 spesimen.

"Secara umum, efektivitas penanganan pandemi COVID-19 akan lebih meningkat dengan keberadaan alat PCR sendiri tersebut," katanya.

Ia berharap, jika hasil tes diketahui lebih cepat, maka kasus-kasus baru dapat segera tertangani dengan baik, termasuk proses pelacakan atau "tracing" kontak erat kasus konfirmasi. Ia menambahkan, meski telah memiliki alat PCR sendiri, pihaknya berharap warga Kabupaten Madiun jangan sampai tertular COVID-19. 

Ia meminta warga Kabupaten Madiun untuk meningkatkan imun tubuh dan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. Sesuai data, di Kabupaten Madiun kasus COVID-19 hingga Kamis (25/2), mencapai 1.659 orang. 

Dari jumlah itu, sebanyak 1.470 orang di antaranya telah sembuh, 47 orang lainnya masih dalam perawatan, 22 orang isolasi mandiri, dan 120 orang meninggal dunia.Tambahan kasus per Kamis, konfirmasi baru sebanyak 34 orang, sembuh 43 orang, dan meninggal dunia dua orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement