Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Enam Orang Meninggal, Aktivitas Tambang Buranga Dihentikan

Kamis 25 Feb 2021 21:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Garis Polisi (ilustrasi)

Garis Polisi (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Bupati sebut penghentian aktivitas tambang bersifat sementara.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIGI -- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menghentikan sementara aktivitas pertambangan di Desa Buranga, Kabupaten Parigi Moutong ,Sulawesi Tengah pasca bencana longsor yang terjadi pada Rabu (24/2). Menurut Bupati Badrun Nggai, penghentian aktivitas tambang ilegal ini merupakan hal sementara, sambil menunggu solusi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta Pemerintah Pusat, apakah tambang tersebut akan ditutup seutuhnya atau tidak.

"Hentikan dulu sementara, bukan berarti ditutup. Sambil kita mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat," kata Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai saat mengunjungi lokasi longsor di tambang ilegal tersebut, Kamis.

Dari data yang didapatkan, akibat bencana longsor tersebut, membuat enam orang penambang tertimbun longsor dan meninggal dunia.Salah satu penambang, Irfan mengaku pasrah jika pemerintah menutup tambang tersebut. Meski demikian, ia berharap tambang tersebut dapat dilegalkan oleh pemerintah. "Kami pasrah saja, harapan kami masih dibuka dan bisa menambang," tuturnya.

Baca Juga

Saat ini, proses evakuasi terhadap korban masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada esok, Jumat (26/2).Diduga masih ada empat hingga lima warga yang masih tertimbun longsor tersebut

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA