Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

China Buat Hukuman Penjara untuk Uighur Semakin Lama

Kamis 25 Feb 2021 20:57 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Para peserta didik kamp pendidikan vokasi etnis Uighur di Kota Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang, Cina, berolahraga di lapangan voli pelataran asrama, Jumat (3/1/2019).

Foto:
China meningkatkan penuntutan terhadap Uighur dengan berbagai tuduhan

Sebelum 2017, sekitar 11 persen dari larangan tersebut ditahan selama lebih dari lima tahun.  Pada 2017, 87 persen melakukannya. Perlakuan dan penahanan China terhadap minoritas Muslim di Xinjiang, yang termasuk dakwaan menjadi sasaran kerja paksa dan rezim kerja paksa, telah menuai kecaman internasional.

"Tekanan internasional terhadap pemerintah China harus ditingkatkan untuk penyelidikan independen ke Xinjiang," kata Wang. "Itu harapan terbaik untuk mengetahui semua orang yang peduli atau dipenjara secara tidak adil," ujarnya menambahkan.

Setelah awalnya menyangkal keberadaan kamp di Xinjiang, Beijing kemudian mengubahnya menjadi pusat pelatihan kejuruan atau kamp pendidikan politik yang bertujuan untuk mengurangi daya tarik yang disebut ekstremisme Islam. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi pada Senin (22/2) mengatakan perlakuan Beijing terhadap etnis minoritas di Xinjiang adalah "contoh cemerlang" dari hak asasi manusia China.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA