Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Makna ‘Mata Allah SWT' yang Diabadikan dalam Alquran  

Kamis 25 Feb 2021 20:28 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah mufasir memaknai mata Allah SWT dalam sejumlah ayat Alquran. Ilustrasi Lafaz Allah

Sejumlah mufasir memaknai mata Allah SWT dalam sejumlah ayat Alquran. Ilustrasi Lafaz Allah

Foto: Foto : MgRol112
Sejumlah mufasir memaknai mata Allah SWT dalam sejumlah ayat Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Istilah 'mata' (al-'ain) merupakan salah satu dari anggota tubuh yang diabadikan dalam Alquran. Kata ini dengan pemaknaan yang disandarkan kepada Allah SWT disebutkan dalam kitab suci Alquran sebanyak lima kali.  

Dikutip dari laman Islamweb pada Kamis (25/2), istilah mata terdapat dalam ayat  yang terpisah dalam berbagai surat berikut:  

Surat Hud ayat ke-37 

Baca Juga

وَاصۡنَعِ الۡفُلۡكَ بِاَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا "Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami." 

Surat Al-Muminun ayat ke-27

 فَاَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡهِ اَنِ اصۡنَعِ الۡفُلۡكَ بِاَعۡيُنِنَا وَ وَحۡيِنَا "Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami." 

Surat Thaha ayat ke-39

وَاَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَـبَّةً مِّنِّىۡ وَلِتُصۡنَعَ عَلٰى عَيۡنِىۡ "dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku." 

Surat At-Thur ayat ke-48

 وَاصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعۡيُنِنَا‌  "Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami." 

Surat Al-Qamar ayat ke-14

تَجۡرِىۡ بِاَعۡيُنِنَا "yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami".

Beberapa ayat di atas menyebutkan istilah 'al-ain'. Pada ayat pertama dan kedua, beberapa penafsir dari kalangan sahabat, dan tabiin menyatakan itu merupakan ciri dari Allah SWT, kemuliaan bagi-Nya, dan dapat terlihat.

Pandangan Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas, Qatada dan lainnya. Di antara yang menfasirkanya dengan kehati-hatian, artinya: “Buatlah kapalnya, Wahai Nuh dan Kami akan melindungi, membantu, dan mengajari kamu.” Tidak ada kontradiksi antara kedua tafsir tersebut.

Dan Allah berfirman,  وَلِتُصۡنَعَ عَلٰى عَيۡنِىۡ  Ath-Thabari menyebutkan dua pendapat dalam tafsirnya, Pertama: Semoga kamu dipelihara dan dibesarkan dalam kasih sayang dan keinginan, artinya untuk mengasuh dan mendidikmu di bawah mata, tatapan, kepedulian dan perlindunganku.

Kedua: Dan engkau, Musa, dengan mata-Ku dalam segala kondisimu, artinya Allah memelihara dan menjaga Musa tidak terbatas pada masa pembentukannya saja, tetapi di bawah penglihatannya, penjagaan dan pemeliharaannya dalam semua kondisinya.

Selanjutnya dalam ayat  واصبر لحكم ربك فإنك بأعيينا Imam Ath-Thabari menyatakan dalam tafsirnya, Allah senantiasa melihat dan apa pun yang dikerjakan serta melindungi dan menjaganya. 

Kemudian تَجۡرِىۡ بِاَعۡيُنِنَا Ath-Thabari menyatakan, kapal yang dibawa Nuh senantisa berjalan dalam pandangan-Nya. Dan itu terjadi dengan perlindungan dari Allah SWT, jika tidak dijaga, maka kapal tersebut akan terjatuh ke dalam banjir yang mengerikan.

Pada intinya makna mata pada Allah SWT tidak dapat diserupakan dengan makhluk. Bukan berarti seorang hamba dapat menggambarkan mata Allah sama dengan manusia. Ini menunjukkan akan kebesaran dan keagungan Allah SWT, tanpa disamakan dengan makhluk.

Sumber: islamweb 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA