Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Keberhasilan PPKM Mikro Percepat Penanganan Covid-19

Kamis 25 Feb 2021 20:13 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Hiru Muhammad

Kendaraan melintas di Jalan Tol Cawang-Grogol, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Ibu Kota pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

Kendaraan melintas di Jalan Tol Cawang-Grogol, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Ibu Kota pada 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Keberhasilan PPKM Mikro terutama ditentukan pelaksanaan protokol kesehatan 3M

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) sampai lingkup masyarakat terkecil yaitu di tingkat desa/kelurahan, RT/RW, maupun keluarga. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meyakini bahwa keberhasilan PPKM Mikro akan mampu mempercepat upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Memang kuncinya adalah di level mikro, level yang paling kecil. Kalau itu semua bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia, saya yakin Covid-19 bisa segera kita tundukkan," ujarnya usai meninjau langsung kegiatan isolasi mandiri pada tingkat keluarga di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (25/2).

Ia menyebut keberhasilan PPKM Mikro terutama ditentukan pelaksanaan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak disertai efektivitas operasi lacak-uji-pilah atau (tracing, tracking, treatment/3T). "Pokoknya Covid-19 ini harus kita tangani secara serempak dua hal yaitu 3M dan 3T harus kita laksanakan. Kalau salah satunya saja kendor, kita tidak akan bisa mengalahkan covid," katanya.

Di samping itu, dia melanjutkan, gotong-royong antara pemerintah daerah setempat dan masyarakat juga sangat dibutuhkan. Tidak boleh ada lagi stigma penderita Covid-19 harus dijauhkan karena hanya akan memperburuk kondisi kesehatan si penderita. Menurut Menko PMK, penderita Covid-19 harus diberikan dukungan moril dan materiil sehingga dapat segera pulih dan terbebas dari ancaman virus mematikan tersebut. "Saya tadi juga datang langsung ke yang sudah terinfeksi (Covid-19) untuk meyakinkan masyarakat mereka jangan dijauhi, membuat jarak iya tapi jangan dijauhi. Sewajarnya saja," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA