Kamis 25 Feb 2021 16:27 WIB

Luhut: Kami tak Pernah Bilang Tesla Investasi Pabrik Mobil

Ada banyak potensi yang Indonesia punya untuk dilirik Tesla.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Tesla. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada banyak potensi lain yang dilihat oleh Tesla selain pabrik mobil.
Foto: EPA
Tesla. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada banyak potensi lain yang dilihat oleh Tesla selain pabrik mobil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku selama ini baik dirinya maupun pemerintah tidak pernah menyebut produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc, akan investasi pabrik mobil di Indonesia. Ia mengatakan, ada banyak potensi lain yang dilihat oleh Tesla selain pabrik mobil.

Luhut menjelaskan, saat ini pembicaraan antara pemerintah dan Tesla masih berlangsung. Ia mengatakan pemerintah dan Tesla sedang melakukan serangkaian negosiasi untuk jenis investasi apa yang akan dilakukan di Indonesia.

Baca Juga

"Jadi kami memang tidak pernah bicara soal pabrik mobil. Ada banyak potensi lain seperti Starlink, Launching Pad, Hypersonic, Baterai Lithium sampai ke stabilizer energi," ujar Luhut dalam diskusi virtual, Kamis (25/2).

Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk industri mobil listrik dan pendukungnya. Seperti untuk kerangka mobil dan baterai listrik. Terlebih, kata Luhut, Indonesia punya nikel, tembaga, dan bauksit.

"Maka itu, mereka (Tesla) melihat potensi kita. Dan sampai hari ini kita masih bicara," kata Luhut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement