Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

SWF Kurangi Kesenjangan Pendanaan Domestik

Kamis 25 Feb 2021 16:09 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik.

Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik.

Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Selama ini, sumber pendanaan untuk pembangunan nasional cukup terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik. Selama ini sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional dinilai cukup terbatas. 

"Pembentukan SWF ini lagkah baru dari pemerintah untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui penyertaan modal atau investasi dari investor global," kata Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jaya, Inarno Djajadi, Kamis (25/2). 

Inarno berharap kehadiran SWF bisa menjadi penopang pendanaan proyek-proyek strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini utamanya dalam menyediakaan pendanaan alternatif selain dari APBN dan perbankan. 

Baca Juga

SWF juga diharapkan mampu mengoptimalkan nilai investasi pemerintah pusat dan meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI). Dengan kewenangan untuk mengatur aset dan mengelola investasi tanpa hambatan birokrasi dan regulasi, SWF diharapkan dapat mendorong perbaikan iklim investasi di Indonesia.

Di sisi lain, Inarno mengatakan, SWF yang diberi nama Indonesia Investment Authority (INA) harus siap menghadapi berbagai tantangan ke depannya. Inarno melihat, tantangan yang mungkin dihadapi INA ke depannya yaitu permasalahan governance, kemampuan menarik investor asing, hingga pengendalian risiko.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA