Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Dokter: Perhatikan Label Nutrisi Sebelum Pilih Produk

Kamis 25 Feb 2021 15:52 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Tangkapan layar materi dari webinar  'Protecting Your Family with Natural Nutrients from Clean Label Products' . Dalam acara ini, konsumen diajak teliti melihat label nutrisi sebelum memilih produk.

Tangkapan layar materi dari webinar 'Protecting Your Family with Natural Nutrients from Clean Label Products' . Dalam acara ini, konsumen diajak teliti melihat label nutrisi sebelum memilih produk.

Foto: Re.juve/Santi Sopia
Bahan alami yang minim diproses akan memberikan nutrisi yang optimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Clean label menjadi salah satu tren dan komitmen banyak jenama makanan-minuman di berbagai negara. Hal itu seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan pilihan asupan nutrisi alami untuk tubuh.

Dalam menentukan produk clean label, konsumen perlu lebih cermat. Bukan hanya karena sebuah produk mengeklaim dibuat dari bahan alami, melainkan perhatikan juga faktor lainnya.

Dokter Gizi Medik dr Sylvia Irawati, M.Gizi, mengajak konsumen bijak memilih produk dengan memperhatikan label nutrisi. Sering kali orang memilih produk dengan nilai gizi kurang, justru mengandung kalori dan gula berlebih. Misalnya saat orang memilih produk berkalori rendah. Hal itu memang penting, namun itu bukan hal utama. Komposisi penyusunnya juga harus diperhatikan.

"Kalori rendah bagus tapi lupa komposisinya, apakah penyusunnya alami, gula, apakah aman? Ketika memilih produk, lihat dulu komposisinya dibuat dari apa produk ini," ujar Sylvia dalam webinar 'Protecting Your Family with Natural Nutrients from Clean Label Products' yang diadakan oleh PT Sewu Segar Primatama (Re.juve), Kamis (25/2).

Produk yang dibuat dari bahan alami biasanya ditulis sebagaimana adanya. Produk berbahan dasar apel, jeruk, akan ditulis sebagaimana mestinya. Berbeda dengan produk yang dibuat dari ekstrak, perisa, atau konsentrat. "

Itu berbeda, walaupun ada nama buah dan sayur, jadi yang alami ya ditulis apa adanya. Apel ditulis apel, bayam ditulis bayam," kata dia lagi.

Sylvia mengatakan proses panen, distribusi, produksi sampai keamanan produk juga tidak kalah penting. Bahan alami yang minim diproses akan memberikan nutrisi yang optimal. Bahan baku dan prosesnya disampaikan transparan tanpa ditutup tutupi.

Sylvia mengingatkan tentang pemenuhan nutrisi seimbang dalam pola hidup sehari-hari sesuai pedoman 'Isi Piringku'. Bagi orang dewasa, perlu mengonsumsi 50 persen buah dan sayur dalam satu porsi sekali makan, sisanya karbohidrat maupun protein. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA