Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Kasus Kematian akibat Covid 19 di Banyumas Mulai Turun

Kamis 25 Feb 2021 15:41 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada wartawan di Pukesmas Purwokerto Barat, Banyumas, Jateng, Kamis (25/2/2021). Sejumlah wartawan di Kabupaten Banyumas, Jateng, mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap dua termin pertama yang ditujukan bagi kelompok pelayanan publik seperti Polri, Aparatur Sipil Negara, Satpol PP,  dan Wartawan.

Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada wartawan di Pukesmas Purwokerto Barat, Banyumas, Jateng, Kamis (25/2/2021). Sejumlah wartawan di Kabupaten Banyumas, Jateng, mengikuti vaksinasi COVID-19 tahap dua termin pertama yang ditujukan bagi kelompok pelayanan publik seperti Polri, Aparatur Sipil Negara, Satpol PP, dan Wartawan.

Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Kematian akibat Covid-19 hingga 25 Februari, tercatat sebanyak 60 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Banyumas pada Februari 2021 ini, mulai mengalami penurunan. Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto menyebutkan, jumlah kematian akibat Covid-19 hingga 25 Februari, tercatat sebanyak 60 orang.

''Angkanya memang masih tinggi. Namun bila dibandingkan dua bulan sebelumnya, sudah jauh menurun,'' jelasnya, Kamis (25/2).

Pada Desember 2021, kata Sadiyanto, jumlah pasien yang meninggal akibat Covid 19 mencapai 138 orang. Sedangkan pada Januari 2021, tercatat sebanyak 135 orang.

Dibandingkan kedua bulan tersebut, angka kematian pada Februari 2021, mengalami penurunan hingga separuhnya. ''Insya Allah, ke depan angka kematian ini mulai melandai seiring dengan masih sedikitnya jumlah pasien Covid 19 yang mengalami gejala berat,'' katanya.

Dia menyebutkan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala sedang hingga berat, saat ini juga mulai penurunan. Hal ini terlihat dari jumlah keterisian tempat tidur pasien bangsal isolasi pasien Covid 19 di berbagai rumah sakit.

''Bed Occupancy Ratio (BOR) nya sekarang hanya sekitar 30 persen,'' jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Covid 19 tahap II termin pertama, dia menyebutkan, capaian vaksinasi saat ini sudah mencapai 43 persen. Dari 6.350 orang yang ditetapkan vaksin tahap II termin pertama, yang sudah disuntik vaksin hingga Rabu (24/2), mencapai sekitar 2.730 orang.

Terkait hal ini, dia memperkirakan pelaksanaan vaksinasi tahap II termin I untuk penyuntikan pertama, akan selesai 3 hari lagi. ''Ini sesuai jadwal yang kami tetapkan, penyuntikan pertama selesai pada 28 Februari 2021,'' ucap dia.

Dia mengakui, dengan belum diterimanya seluruh dosis vaksin yang diusulkan pada tahap II, maka belum semua sasaran bisa langsung mendapat suntikan vaksin. Mereka yang sudah mendapat suntikan vaksin, antara lain para tenaga kesehatan yang mendapat suntikan vaksin pada tahap pertama, serta anggota kepolisian, ASN, tokoh masyarakat, dan kalangan wartawan.

''Untuk anggota TNI, sebenarnya kami rencanakan akan mendapat suntik vaksin pada termin pertama ini. Namun karena masih dilakukan koordinasi dengan jajaran di atasnya, kemungkinan penyuntikan vaksin pada anggota TNI baru akan dilaksanakan besok,'' kata dia.

Untuk kalangan ASN, Sadiyanto menyebutkan, yang mendapatkan suntikan vaksin pada termin I ini diprioritaskan bagi ASN yang bertugas di bidang pelayanan langsung. Termasuk juga ASN yang bekerja di lingkungan kompleks Setda, dan anggota DPRD.

Sedangkan untuk pedagang pasar dan guru, Sadiyanto menyatakan, akan mulai mendapat penyuntikan vaksin pada termin berikutnya. Hal ini mengtingat jumlah sasaran yang cukup besar.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA