Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Jokowi Lantik Dua Kader Golkar Jadi Gubernur

Kamis 25 Feb 2021 15:21 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo

Gubernur Provinsi Bengkulu yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu Rohidin Mersyah berbicara kepada awak media usai pelantikan di Istana Negara, Kamis (25/2).

Gubernur Provinsi Bengkulu yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu Rohidin Mersyah berbicara kepada awak media usai pelantikan di Istana Negara, Kamis (25/2).

Foto: Istimewa
Kedua gubernur akan langsung fokus menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Dua kader Partai Golkar resmi menjabat sebagai gubernur setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (25/2). Keduanya, Rohidin Mersyah dilantik menjadi Gubernur Bengkulu, dan Ansar Ahmad menjadi Gubernur Kepulauan Riau. Kedua kader partai berlambang pohon beringin tersebut menjadi pemenang pada Pilkada 2020 di provinsinya masing-masing.

Rohidin Mersyah yang berpasangan dengan Rosjonsyah berhasil meraih 41,1 persen suara pada Pilkada Bengkulu. Sementara, Ansar Ahmad-Marlin Agustina berhasil mengungguli pasangan calon lain dengan meraup 308.553 suara di Pilkada Provinsi Kepulauan Riau.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin mengucapkan selamat menjalankan amanah yang baru kepada Rohidin dan Ansar. Nurul mengatakan, baik Rohidin maupun Ansar Ahmad merupakan kader murni Partai Golkar.

“Pak Rohidin adalah Ketua DPD Provinsi Bengkulu Partai Golkar, sedangkan Pak Ansar Ahmad adalah mantan ketua DPD Provinsi Kepulauan Riau. Keduanya adalah kader murni Golkar,” tutur Nurul Arifin dalam keterangannya, Kamis (25/2).

Ia menambahkan, kemenangan dua kader Golkar ini sebagai kerja keras seluruh kader untuk memenangkan Pilkada 2020 sesuai instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Bahkan, sinergi dan kerja keras kader ini membuat pencapaian kemenangan partai pada Pilkada 2020 melebihi target yang sudah ditetapkan DPP. Golkar berhasil meraih 61,11 persen kemenangan dari target awal hanya 60 persen.

“Kemenangan ini di satu sisi sebuah kesuksesan, tapi di sisi lain, ini amanah baru yang harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengaku pihaknya akan langsung tancap gas untuk bekerja memulihkan kondisi ekonomi sosial akibat pandemi Covid-19. Ia mengatakan, dua prioritasnya setelah menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Kepri adalah penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Kami, bersama wakil gubernur, dan stake holder di Kepri akan berusaha secepat mungkin melakukan usaha-usaha recovery ekonomi,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, pertumbuhan ekonomi di Kepri yang berorientasi ekspor dan pariwisata pernah mencapai 8 persen. Namun akibat Covid-19 yang terjadi, perekonomian di provinsi itupun menurun signifikan. Sejumlah langkah sudah disiapkan Ansar.

Antara lain, membangun subsistem birokrasi ekonomi, pelayanan birokrasi yang baik, dan memberikan relaksasi dan insentif bagi para pelaku investasi di Kepri. Program ini, kata dia, juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat sehingga ekonomi dapat segera kembali pulih.

“Bicara ekonomi tentunya kita bicara eksistensi UMKM, dan kemitraan antara usaha UMKM menengah dan besar, dan kita akan lakukan intensif,” tegas Ansar.

Selain itu, Ansar juga memastikan akan fokus untuk menjaga keutuhan wilayah Provinsi Kepulauan Riau mengingat daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga. Karena itu, ia akan memperkuat intensitas pengamanan di laut, darat, dan juga udara bersama TNI dan Polri.

“Kemudian sebagai Bunda Tanah Melayu, semua yang kita lakukan tentu berpayung pada kahzanah Melayu, di mana budaya akan menjadi pendorong semangat dalam membangun Kepri ke depan,” kata dia.

Hal senada juga diucapkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Ia menegaskan, prioritas saat ini bagi pemerintah daedah adalah menangani Covid-19 beserta dampaknya di masyarakat.

 
 

BERITA LAINNYA