Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Penyebab Belekan dan Cara Mengatasinya

Kamis 25 Feb 2021 13:53 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti

Kerak mata atau belek (ilustrasi).

Kerak mata atau belek (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Jika gejala sudah parah, maka sebaiknya konsultasi dengan dokter mata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat bangun tidur, hampir setiap orang mengalami keluhan di mata mereka. Mulai dari mata kotor, belekan, hingga mata yang terasa kering. Menurut dosen keperawatan Deborah Weatherspoon, belekan yang juga disebut kotoran mata atau dengan nama teknisnya, rheum, cukup umum terjadi.

Campuran lendir, air mata, dan sel kulit ini adalah sesuatu yang terjadi secara alami saat tidur. Lantas, apa penyebab terjadinya belekan? Berikut penjelasannya seperti dilansir di laman Health Line, Kamis (25/2): 

1. Penyebab alami

Pada siang hari, kedipan mata berfungsi untuk membersihkan debu, sel-sel tua, lendir berlebih, dan air mata dari mata. Saat tidur, orang tidak berkedip, tetapi kotoran ini masih terus dicuci dari mata. Jika ada riwayat alergi, orang mungkin mendapatkan belek mata ekstra selama waktu-waktu tertentu dalam setahun. Ini masih termasuk dalam ranah alamiah.

2. Blepharitis (peradangan kelopak mata)

Blepharitis adalah istilah teknis untuk peradangan kelopak mata. Salah satu gejalanya adalah keluarnya cairan ekstra keras dari mata pada malam hari. Blepharitis biasanya hanya menyerang satu mata pada satu waktu.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis (mata merah muda) adalah jenis peradangan yang memengaruhi konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi bagian mata. Konjungtivitis bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. 

4. Mata bintitan

Sties adalah kelenjar minyak atau folikel yang terinfeksi atau meradang di kelopak mata. Bintit bisa menyakitkan dan juga bisa menyebabkan lendir kuning menumpuk di sudut mata. Jika mengalami bintit, biasanya belekan akan menjadi lebih keras.

5. Saluran air mata tersumbat

Saluran air mata yang tersumbat membuat mata tidak terkuras secara normal. Jika mengalami kondisi ini, orang mungkin punya bola kecil lendir kuning atau putih yang berkumpul di sekitar sudut salah satu mata. Gejala lain termasuk kemerahan, iritasi, nyeri, dan pembengkakan di kelopak mata.

6. Mata kering

Saat mengalami mata kering kronis (atau bahkan sesekali), mata mungkin mengeluarkan lendir berserabut. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kerak mata yang berpasir atau lengket.

Lantas, apa cara terbaik untuk mengobati mata berkerak pada pagi hari?

Jika belek adalah satu-satunya gejala, maka mungkin masih bisa diobati di rumah. American Academy of Ophthalmology (AAO) menekankan untuk mencuci tangan sebelum mencoba menghilangkan kotoran pada pagi hari dari mata. Pasalnya tangan sering kali membawa bakteri dan kuman.

Daripada menggunakan tangan kosong (kotor), cobalah kain lap bersih dengan air hangat. Oleskan waslap ke mata dengan lembut. Sebagian besar belek atau kerak mata akan larut dengan sendirinya. Penggunaan tetes mata juga dapat menjadi penghidrasi atau larutan garam bisa membersihkan mata dari kotoran.

Beberapa gejala menunjukkan bahwa sudah waktunya untuk tidak melakukan pengobatan rumahan dan harus menemui dokter mata. Gejala-gejala tersebut meliputi rasa sakit, kemerahan, iritasi di mata, kesulitan membuka mata, kotoran mata berwarna hijau atau kuning tua, sensitivitas cahaya, dan penglihatan kabur.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA