Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

China Ingin Perkuat Hubungan Ekonomi dengan AS

Kamis 25 Feb 2021 12:20 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Cina-Amerika

Bendera Cina-Amerika

Foto: washingtonote
China merupakan mitra dagang terbesar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China siap memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Namun, hal itu harus terjalin atas dasar kesetaraan dan saling menghormati serta menguntungkan.

"Saya menantikan upaya bersama dengan kolega AS kami untuk mengikuti semangat panggilan telepon antara presiden kedua negara, meningkatkan komunikasi, meningkatkan pemahaman, fokus pada kerja sama, dan mengelola perbedaan guna mendorong kembali hubungan ekonomi serta perdagangan bilateral kembali ke jalur kerja sama," kata Menteri Perdagangan China Wang Wentao dalam konferensi pers pada Rabu (24/2) dilaporkan Xinhua.

Wang mengungkapkan China merupakan mitra dagang terbesar AS. Perdagangan bilateral dan kerja sama investasi antara kedua negara telah memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi masing-masing di tengah pandemi.

Baca Juga

“Ini sepenuhnya menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan merupakan kekuatan yang secara aktif mendorong hubungan kedua negara dan membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” kata Wang.

Meskipun perdagangan global merosot karena pandemi, perdagangan antara China dan AS telah melawan tren tersebut. Data bea cukai China menunjukkan perdagangan barang bilateral naik 8,8 persen pada 2020 dalam mata uang yuan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah mengatakan negaranya siap memperbaiki hubungan dengan AS. Di masa pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump, hubungan Beijing dan Washington diketahui kerap dibekap perselisihan.

"Selama beberapa tahun terakhir, AS pada dasarnya memutuskan dialog bilateral di semua tingkatan. Kami siap untuk melakukan komunikasi yang jujur dengan pihak AS, dan terlibat dalam dialog yang bertujuan untuk memecahkan masalah," kata Wang pada Senin (22/2).

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA