Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Cara Mengatasi Kebosanan Saran dari Psikolog

Kamis 25 Feb 2021 10:20 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Berkegiatan di rumah di sepanjang hari tak dipungkiri membuat kita bosan.

Berkegiatan di rumah di sepanjang hari tak dipungkiri membuat kita bosan.

Foto: www.freepik.com.
Berkegiatan di rumah di sepanjang hari tak dipungkiri membuat kita bosan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkegiatan di rumah di sepanjang hari tak dipungkiri membuat kita bosan. Berbagai keterbatasan memaksa kita untuk mencari cara lain untuk berkegiatan di rumah.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Edward Andrianto, berpendapat, kebosanan selama masa karantina sebenarnya membuat kita semakin kreatif. Dia mengutip sebuah penelitian psikolog dari University of Central Lancashire bernama Sandi Mann, yang menyebut justru kreativitas muncul karena adanya kebosanan.

“Ketika seseorang merasakan kebosanan, ada stimulasi neural yang tidak terpuaskan. Dan ketika kita tidak menemukan stimulasi tersebut, maka kita akan mulai menciptakan sehingga kita akan terpuaskan,” kata dia kepada republika.co.id, dikutip Kamis (25/2).

Berdasarkan penelitian itu, lanjut dia, rasa bosan justru meningkatkan kreativitas dan pemecahan masalah yang tidak biasa. Ketika seseorang berpikir, mengandai-andai, dan melamun, maka dia akan menemukan berbagai hal baru yang mungkin dapat memecahkan masalah yang selama ini tidak terpecahkan.

Oleh karenanya, dia mengatakan, kita tidak seharusnya menangkal kebosanan. Sebab, kebosanan justru memicu kreativitas.

Dia menjelaskan, cara agar kreatif adalah bukan dengan menstimulasi diri kita dengan berbagai hal di luar diri kita. Misalnya, dengan menonton televisi atau dengan bermain gawai.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA