Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Video Pembelajaran Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan

Kamis 25 Feb 2021 07:31 WIB

Red: Irwan Kelana

Universitas BSI menggelar workshop  tentang  membuat   video pembelajaran yang diikuti para dosen Prodi Administrasi Bisnis.

Universitas BSI menggelar workshop tentang membuat video pembelajaran yang diikuti para dosen Prodi Administrasi Bisnis.

Foto: Dok UBSI
Prodi Administrasi Bisnis Universitas BSI gelar workshop  membuat video pembelajaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- - Pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk tetap maksimal memberikan materi perkuliahan  dengan kondisi jarak jauh. Sistem pembelajaran telah bertransformasi menjadi kelas digital dengan memanfaatkan media teknologi seperti e-learning, zoom cloud meetings, google classroom, google meet, dan media lainnya.

Program studi (Prodi) Administrasi Bisnis (AB) Kampus Universitas BSI menginisiasi dilaksanakannya workshop ‘Membuat Video Pembelajaran Bagi Dosen Prodi Administrasi Bisnis Universitas BSI’ melalui zoom cloud meetings, Kamis (18/2).

Kegiatan workshop yang diikuti oleh puluhan dosen Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Prodi AB Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) ini dipandu Andi Putri Djohar Tenri Waru dan menghadirkan Rian Septian Anwar sebagai narasumber.

“Selain melakukan pengajaran melalui media pembelajaran daring, sejak semester genap periode 2019/2020 kampus Universitas BSI khususnya Prodi AB juga telah membuatkan video pembelajaran pada beberapa mata kuliah sebagai media tambahan materi untuk para mahasiswa,” tutur kepala program studi Administrasi Bisnis Universitas BSI, I Ketut Martana dalam keterangan pers, Senin (22/2).

Menurutnya, metode belajar melalui video pembelajaran ini dinilai lebih baik, dan dapat mengefektifkan serta memaksimalkan proses belajar-mengajar.

“Kegiatan ini merupakan bekal bagi para dosen untuk memperkaya dari materi yang ada sehingga nantinya materi perkuliahan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Rian, sebagai narasumber, aplikasi ActivePresenter dinilai cocok untuk para pendidik yang ingin lebih memaksimalkan penyampaian materinya apalagi jika dibuatkan ke dalam bentuk video.

“Meskipun awalnya aplikasi ini difungsikan untuk membuat presentasi seperti halnya powerpoint namun fitur dari ActivePresenter ini lebih banyak,” pungkasnya di Jakarta, saat menyampaikan materi, Kamis (18/2).

Ia menambahkan, dalam aplikasi ini terdapat fitur seperti screen recorder, video editor dan elearning authoring yang sangat mudah untuk digunakan bagi siapapun.

“Selain itu ActivePresenter juga dapat digunakan baik di windows maupun macos dengan versi terbaru yang rilis per Januari tahun ini.  Untuk hasil pengerjaan pembuatan video menggunakan aplikasi ini juga bagus, softwarenya sangat ringan dan mudah untuk digunakan,” katanya.

Ia mengemukakan, membuat video pembelajaran yang menarik dan memberikan penilaian yang baik di mata mahasiswa selain kreativitas dan editing, diperlukan juga modal awal penambahan perangkat.

“Tambahan seperti menggunakan clip on agar kualitas suara baik, pencahayaan dan kamera sebagai pendukung tampilan gambar  jelas dan juga tentunya koneksi internet yang stabil,” ungkapnya

Khotimah Herliana,  salah seorang dosen mengatakan bahwa workshop ini sangat bagus dan mudah untuk langsung dipraktikkan sambil menyimak materi yang disampaikan narasumber.

“Meskipun diawal mendapatkan kendala. Namun sekarang saya mulai memahami tentang penggunaan ActivePresenter ini,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas BSI, Ani Wijayanti mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Prodi AB untuk mendampingi para dosen kampus BSI agar dapat mengembangkan keterampilannya lebih aktif dan kreatif.

“Tidak lupa saya mengingatkan kepada para peserta workshop dalam membuat video harus benar-benar memperhatikan originalitas, sumber dan referensi yang digunakan harus dicantumkan dan dijelaskan dari siapa. Hal ini penting agar terhindar dari plagiarisme,” tandasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA