Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Puluhan Penambang Emas Ilegal di Sulteng Tertimbun Longsor

Kamis 25 Feb 2021 07:23 WIB

Red: Agus raharjo

Tim Sar gabungan melakukan evakuasi korban di lokasi tanah longsor tambang Manualan di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (28/1/2021). (Ilustrasi)

Tim Sar gabungan melakukan evakuasi korban di lokasi tanah longsor tambang Manualan di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (28/1/2021). (Ilustrasi)

Foto: Antara/Humas Basarnas Banjarmasin
Hasil evakuasi sementara, 11 orang ditemukan lima diantaranya meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIGI--Puluhan penambang emas ilegal di Dusun Sinaa, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) tertimbun longsoran saat melakukan aktivitas penambangan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/2) malam, saat para penambang sedang beraktivitas di lokasi tambang emas tanpa izin itu.

Dalam siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Parigi Moutong, belum bisa memastikan jumlah korban yang tertimbun longsor. Kondisi mereka juga belum bisa dipastikan. Salah seorang staf Pemerintah Kecamatan Ampibabo, Arifin mengaku, alat-alat berat sedang melakukan evakuasi.

Korban yang berhasil dievakuasi telah dilarikan ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat untuk mendapatkan perawatan medis. "Satu per satu korban dievakuasi dari timbunan material longsor menggunakan ekskavator," kata Arifin, saat berada di lokasi tambang, Kamis (25/2) dini hari.

Hingga saat ini, masih banyak korban tertimbun material longsor. Dilaporkan sementara, jumlah korban yang berhasil dievakuasi saat ini kurang lebih 11 orang. Lima di antaranya meninggal dunia dan enam lainnya selamat. Proses evakuasi korban masih terus berlangsung. Hingga berita ini disiarkan belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian setempat.

Kapolres dan Ketua DPRD Parigi Moutong dilaporkan telah berada di lokasi kejadian. Namun keduanya belum bisa dihubungi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait hal itu.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA