Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Calon Direktur CIA Prioritaskan Ancaman Cina

Kamis 25 Feb 2021 07:01 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andi Nur Aminah

William Burns

William Burns

Foto: Reuters
China memperkuat kemampuannya untuk mencuri kekayaan intelektual.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Calon Direktur CIA, William Burns mengatakan kepada Komite Intelijen Senat bahwa dia memiliki empat prioritas utama yaitu kemitraan, China, orang, dan teknologi. Dia menyebut China sebagai "musuh yang tangguh dan otoriter". 

Dalam sesi wawancara dengan Komite Intelijen Senat, Burns mengatakan bahwa China memperkuat kemampuannya untuk mencuri kekayaan intelektual, menekan rakyat, memperluas jangkauannya, dan membangun pengaruh di AS. Burns menambahkan, apabila dia adalah seorang presiden perguruan tinggi AS, maka dia akan merekomendasikan penutupan Institut Konfusius. Institut itu adalah pusat budaya yang didanai Beijing sebagai alat propaganda. 

Burns diwawancarai oleh mantan Menteri Luar Negeri James Baker, mantan Direktur CIA dan Menteri Pertahanan Leon Panetta. Burns akan menjadi diplomat karir pertama yang memimpin CIA. Sebelumnya dia adalah duta besar AS untuk Yordania dan Rusia. Burns juga menempati tiga posisi senior di Departemen Luar Negeri.

Baca Juga

Selain Cina, Burns mengatakan ancaman yang "familiar" masih tetap ada termasuk dari Rusia, Korea Utara, dan Iran. Dia juga mengatakan, perubahan iklim, masalah kesehatan global, dan ancaman dunia maya adalah risiko besar. "Kepemimpinan Cina yang predator merupakan ujian geopolitik terbesar kami," kata Burns.

Burns membantu memimpin pembicaraan rahasia dengan Iran pada 2013 yang membantu membuka jalan bagi kesepakatan nuklir internasional, yang ditentang oleh Partai Republik. Dia mengatakan pada sidang bahwa Iran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir.

Kedatangan Burns di CIA akan membawa angin segar setelah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Di bawah Trump, CIA kerap mengabaikan temuan agen mata-mata, terutama temuan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu 2016 untuk meningkatkan peluang Trump memenangkan pemilihan presiden.

Senator dari Republik maupun Demokrat memuji Burns dalam sidang yang berlangsung selama dua jam. Persaingan dengan Cina adalah prioritas utama bagi pemerintahan Biden. Direktur Intelijen Nasional Avril Haines juga menyerukan “sikap agresif” terhadap ancaman dari Cina pada sidang bulan lalu. Agresi Rusia juga menjadi perhatian terus-menerus, terutama keterlibatannya dalam pemilihan AS dan peretasan SolarWinds yang menembus badan-badan pemerintah AS.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA