Kamis 25 Feb 2021 06:45 WIB

KY Pertahankan Sertifikat SMKI ISO 27001:2013

Sejak 2016, KY sudah mulai mengimplementasikan SMKI untuk ruang lingkup data center

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andi Nur Aminah
Kantor Komisi Yudisial di Jakarta.
Foto: elsam.or.id
Kantor Komisi Yudisial di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Yudisial (KY) Arie Sudihar menerima Sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) ISO 27001:2013 dari lembaga sertifikasi CBQA Global. Penyerahan sertifikat disampaikan oleh Direktur CBQA Global Anwar Siregar di kantor KY, Jakarta, Rabu (24/2).

Dalam sambutannya, Arie Sudihar menyampaikan terima kasih kepada CBQA Global sebagai lembaga sertifikasi yang telah membantu KY melakukan asesmen terhadap kepatuhan penerapan Sistem Manajemen Kemananan Informasi (SMKI) ISO 27001:2013. “Sertifikasi yang menjadi capaian KY saat ini merupakan proses yang panjang yang sudah dilakukan KY,” ujar Arie dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/2). 

Baca Juga

Ia mengatakan, sejak 2016, KY sudah mulai mengimplementasikan SMKI ini untuk ruang lingkup data center. Kemudian pada 2019 mulai meningkatkan ruang lingkup sampai tahap Recertification di tahun 2020 dengan ruang lingkup Data Center, Help Desk, Pengelolaan Aplikasi dan Infrastruktur di Bidang Data dan Layanan Informasi KY.

“Penerapan SMKI saat ini sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan di setiap instansi penyelenggara pelayanan publik. Hal ini karena peran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin penting untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang merupakan realisasi dari tata kelola pemerintahan yang baik," jelas Arie.

Arie menambahkan, dengan diraihnya kembali sertifikat ISO 27001:2013 ini merupakan komitmen KY untuk terus meningkatkan keamanan informasi sesuai dengan standar yang ada. Harapannya, capaian yang ada saat ini bisa ditingkatkan dengan lingkup yang lebih luas lagi. 

“Konsep penting SMKI terkait kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi terus diterapkan di KY sehingga menunjang pelaksanaan tugas-tugas KY di masa mendatang,” tambah Arie.

Ia berharap, setelah memiliki kesadaran akan pentingnya sebuah keamanan informasi dapat menurunkan nilai risiko yang dapat menggangu kerja-kerja KY, terutama melalui penyediaan layanan kepada masyarakat. “Semoga konsisten dengan standar dan prosedur-prosedur yang dianjurkan sesuai best practice yang ada,” kata Arie.

Sementara itu, Direktur CBQA Global Anwar Siregar menyampaikan apresiasinya kepada KY. Ia mengatakan, di tengah kondisi pandemi saat ini, KY mampu untuk konsisten dan berkomitmen dalam penerapan SMKI. “Ini tidak hanya sekadar audit, tetapi juga memberikan manfaat dan tidak menyulitkan bagi organisasi,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, dari sekian banyak lembaga pemerintah tidak banyak yang memperoleh sertifikasi ini. KY adalah lembaga negara pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO 27001:2013 ini.

“KY sebagai lembaga yang pertama menerapkan. Ini menjadi rekam jejak yang baik untuk lembaga. Ke depannya tantangan terkait teknologi infomasi akan semakin kompleks sekali,” ujar Anwar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement