Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Kompetisi di Luar Kampus Tambahkan Kredit Mahasiswa

Kamis 25 Feb 2021 06:38 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Dr Drajat Martianto, wakil rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB

Dr Drajat Martianto, wakil rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB

Foto: Dok IPB University
Kegiatan kompetisi di luar kampus ini efektif untuk mahasiswa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanoto Foundation bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Hasanudin (Unhas) menyelenggarakan lomba inovasi riset untuk mahasiswa. Perlombaan yang disebut Tanoto Student Research Award (TSRA) ini tidak hanya kompetisi namun juga masuk ke dalam perkuliahan mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Drajat Martianto mengatakan kegiatan ini efektif untuk mahasiswa. Sebab, selain mendapatkan pengalaman baru juga membantu perkuliahan mereka secara akademis.  

Baca Juga

"TSRA bukan hanya sekadar kegiatan lomba tapi di situ juga kita integrasikan dengan credit earning activities (CEA). Ada juga webinar dan seminar, sehingga bukan hanya peserta lomba ini yang berlomba tapi juga bisa belajar ditambah mendapatkan kredit yang bisa diklaim," kata Drajat, dalam virtual media briefing TSRA 2021, Rabu (24/2).

Head of Scholarship & Leadership Development Tanoto Foundation, Aryanti Savitri mengatakan inovasi berperan penting dalam kemajuan bangsa. Mahasiswa yang berinovasi bisa tentunya dibutuhkan untuk menciptakan efisiensi dalam perekonomian.

"Melalui TSRA ini kami juga ingin meningkatkan jumlah peneliti di Indonesia. Terutama para peneliti muda yang tumbuh dari perguruan tinggi," kata Savitri.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud, Aris Junaidi mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program Kampus Merdeka. Salah satunya yaitu kegiatan di luar kampus yang dapat dikonversikan dalam mata kuliah atau kredit dalam jumlah tertentu.

"Kegiatan ini wujud nyata kolaborasi yang baik antara industri, masyarakat dan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi untuk menciptakan sumber daya manusia dan talenta-talenta researcher," kata Aris.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA