Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Moralitas Seorang Pemimpin, Refleksi Teladan Rasulullah SAW

Rabu 24 Feb 2021 23:27 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW adalah teladan moralitas bagi pemimpin. ilustrasi pemimpin

Rasulullah SAW adalah teladan moralitas bagi pemimpin. ilustrasi pemimpin

Foto: Republika/Agung Supri
Rasulullah SAW adalah teladan moralitas bagi pemimpin

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr Moch Aly Taufiq, SQ

Dalam agama Islam, kita dikenalkan dengan istilah uswatun hasanah,  yaitu konsep moralitas seorang pemimpin dalam pola iteraksi dengan masyarakat. Sebelum Islam hadir di Makkah, pola interaksi pemimpin dan masyarakat saat itu adalah militeristik dan kesukuan. Kemudian Islam hadir membawa pola interaksi baru yang mengedepankan moralitas dan contoh teladan yang baik (uswatun hasanah).

Islam sebagai agama yang mengedepankan kekuatan moralitas menganggap keteladanan pemimpin sebagai hal yang lebih utama dari pada kekuatan politik. Dalam konsep ini, idealnya, seorang pemimpin diikuti karena kekuatan moralnya, bukan karena kekuatan politiknya.

Baca Juga

Menurut Prof Dr Said Aqil Siradj, dalam bukunya "Tasawuf Sebagai Kritik Sosial," uswatun hasanah adalah gerakan moral yang bersifat soft-Power, yaitu menjunjung tinggi keteladanan, penegakan hak asasi manusia dan akhlak mulia. Inilah misi terbesar Nabi SAW sebagaimana ditegaskan dalam hadits Nabi SAW:

إنما بُعِثْتُ لأتمِّمَ مَكارِمَ الأخْلاقِ “Tidaklah aku diutus kecuali hanya untuk menyempurnakan akhlak yang luhur”.

Dalam posisinya sebagai agama yang menjunjung tinggi moralitas, Alquran telah menjelaskan: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا  “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan) yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS 33 :21). 

Ayat ini menyatakan, Nabi Muhammad sebagai seorang pemimpin harus diikuti dan ditaati karena kepribadian, ucapan dan tingkah lakunya, bukan karena kekuatan bala tentaranya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA