Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Bertemu Menlu Myanmar, Retno Tegaskan Posisi Indonesia

Rabu 24 Feb 2021 20:47 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

 Foto handout yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri Thailand menunjukkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kiri) dan Wakil Perdana Menteri Thailand dan Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai (kanan) saat pertemuan mereka di Bangkok, Thailand, 24 Februari 2021.

Foto handout yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri Thailand menunjukkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kiri) dan Wakil Perdana Menteri Thailand dan Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai (kanan) saat pertemuan mereka di Bangkok, Thailand, 24 Februari 2021.

Foto: EPA-EFE/MFA MINISTER OF FOREIGN AFFAIRS
Indonesia meminta semua pihak menahan diri dan tak lakukan kekerasan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan kunjungan resmi secara singkat ke Bangkok, Thailand, Rabu (24/2) untuk membahas tentang isu Myanmar. Di Bandara Don Muang, Bangkok, Menlu Retno disambut oleh Menlu Thailand Don Pramudwinai dan bertemu dengan Menlu Myanmar dari militer, Wunna Maung Lwin.

Dalam pertemuan dengan Menlu Wunna, Retno menegaskan posisi Indonesia untuk isu yang terjadi di negara yang telah mengalami kudeta militer awal Februari lalu. "Dalam pertemuan yang saya lakukan dengan Menlu Wunna, saya menyampaikan secara konsisten posisi Indonesia yakni, Indonesia sangat concern terhadap perkembangan situasi di Myanmar. Safety and well being of the people menjadi prioritas nomor satu," ujar Menlu Retno dalam pengarahan media usai pertemuan tersebut secara virtual, Rabu.

Oleh karena itu, lanjutnya, Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan guna menghindari terjadinya korban dan pertumpahan darah. Menlu Retno menekankan bahwa Indonesia meminta Myanmar terus memperhatikan pentingnya proses transisi demokrasi yang inklusif.

Oleh karena itu diperlukan sebuah kondisi yang kondusif, yakni berupa  dialog, rekokonsiliasi, dan membangun kepercayaan. "Indonesia akan bersama rakyat Myanmar," tegas Menlu Retno.

Retno mengakui memiliki rencana untuk melakukan kunjungan ke Myanmar setelah bertolak dari Bangkok. Hal ini dilakukan untuk secara langsung dapat menyampaikan pesan dan posisi Indonesia, juga menyampaikan pesan dunia internasional, serta menyampaikan harapan penyelesaian masalah langsung ke Naypyidaw.

Baca juga : Menlu Myanmar, Thailand, dan Indonesia Dilaporkan Bertemu
 
Rencana kunjungan tersebut kemudian ditunda menyusul kondisi dan situasi terkini di Myanmar yang belum memungkinkan. Unjuk rasa masih terjadi di berbagai penjuru.

"Penundaan ini tidak menyurutkan niat menjalin komunikasi dengan semua pihak di Myanmar, termasuk dengan pihak militer Myanmar dan pihak CRPH (Committee of Representing Pyidaungsu Hluttaw)," ujar Menlu Retno.

Komunikasi dengan CRPH pun dia katakan telah dilakukan cukup intensif. Posisi Indonesia juga telah disampaikan ketika berbicara dengan CRPH.

Baca Juga

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA