Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

BKPM Ungkap Ada Investor Tertarik Bangun Landasan Roket

Rabu 24 Feb 2021 19:20 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Kepala BKPM memastikan ada potensi investasi untuk landasan roket di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada investor yang melirik pembangunan landasan roket di wilayah timur Indonesia. Bahlil enggan mengungkap perusahaan yang dimaksud. 

Menurutnya, BKPM hanya akan mengumumkan nama perusahaan jika sudah ada komitmen pasti. "Soal roket peluncuran, kami sampai dengan sekarang, jujur, kalau cerita-cerita informal dan formal ada. Tapi belum untuk saya sampaikan ke depan publik. Mohon kasih kami waktu biar kami clear-kan dulu," katanya dalam konferensi pers virtual Implementasi UU Cipta Kerja dalam Kemudahan Berusaha, Rabu (24/2).

Ia juga memastikan memang ada potensi investasi untuk bidang tersebut di wilayah timur Indonesia. Namun lagi-lagi, Bahlil enggan mengungkapkan lokasi yang dimaksud karena masih dalam proses penjajakan.

Baca Juga

"Tapi kalau ditanya di mana, potensinya di wilayah timur. Lokasinya di mana, belum bisa juga kami sampaikan. Tapi bahwa ada potensi, iya. Potensi itu ada," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang bos Telsa Inc, Elon Musk, untuk berinvestasi di lokasi bantalan peluncuran (launching pad) Space X di Biak, Papua, selain juga berinvestasi di kendaraan listrik. Namun, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto menyebut hingga saat ini pemerintah dan perusahaan mobil listrik itu masih fokus pada rencana investasi di baterai kendaraan listrik dan ESS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA